Pejabat Bea Cukai Akui Ada Instruksi "Bersih-bersih" Jelang OTT KPK

kompas.com
3 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan Kepala Seksi Intelijen Cukai Kantor Pusat Bea Cukai, Budiman Bayu Prasojo, mengungkap adanya arahan untuk melakukan "bersih-bersih" menjelang operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Hal itu disampaikan Budiman saat memberikan keterangan sebagai saksi dalam sidang dugaan suap dan gratifikasi di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC), di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Selasa (28/7/2026).

Dalam persidangan, jaksa menyinggung dugaan adanya perintah kepada staf bernama Salisa untuk menghilangkan jejak dengan membakar amplop.

"Saksi perintahkan kepada Salisa untuk tadi, menghilangkan jejak ya, tadi. Jadi, pokoknya tadi amplop-amplop dibakar, kemudian kami punya bukti CCTV-nya, cuma bukan di momen ini kami tampilkan. Itu bagaimana?" tanya jaksa.

Baca juga: Pejabat Bea Cukai Mengaku 4 Kali Terima Amplop Berisi Dollar Singapura dari Blueray Cargo

Budiman membantah pernah memerintahkan agar amplop dibakar.

Menurut dia, istilah yang digunakan saat itu hanyalah "bersih-bersih".

"Jadi, waktu itu bahasanya saya, saya tidak menyampaikan amplop dibakar, cuma bahasa dari Pak Sisprian dan saya 'bersih-bersih saja', gitu," jawab saksi.

Jaksa kemudian mendalami makna istilah tersebut.

"Nah, maknanya apa ini bersih-bersih Pak?" tanya jaksa.

"Ya karena karena sudah ada atensi, dari informasi lah," jawab saksi.

Jaksa selanjutnya memperdalam mengenai atensi yang dimaksud Budiman, termasuk asal informasi yang diterimanya.

"Ya waktu itu tidak disampaikan secara detail, cuma ada aparat penegak hukum yang memantau. Jadi, wujud dari kepanikan atau sikap untuk mengamankan, kan merasa itu salah. Jadi, diminta dibersih-bersih," ujar Budiman.

Baca juga: Pejabat Bea Cukai Ungkap Asal Mula Istilah Dana Operasional di Sidang Suap

Budiman mengungkapkan bahwa saat itu dirinya berada di ruangan bersama Sisprian ketika Salisa dipanggil.

"Waktu itu saya, saya di ruangan saya, sama Sisprian, sama Salisa dipanggil. Salisa diminta untuk 'bersih-bersih'," ujar dia.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }
Dakwaan tiga eks pejabat Bea Cukai 

Jaksa KPK Muhammad Takdir Suhan menyebut, ketiga terdakwa diduga menerima suap berupa uang sebesar Rp 61.743.597.000 serta fasilitas hiburan dan barang mewah senilai Rp 1.846.221.515. Total nilai suap yang didakwakan mencapai Rp 63.589.818.515.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bradley Barcola Setuju Pindah ke Liverpool, PSG Minta Biaya Selangit untuk Cegah
• 9 jam laluharianfajar
thumb
Ruben Onsu Ungkap Kesalahan Terbesarnya saat Menikah dengan Sarwendah, Berimbas di Masa Kini: Ternyata Salah!
• 5 jam lalugrid.id
thumb
Pasti Abaikan Hasil Laga Uji Coba TC Spanyol, Ini Misi Besar Hector Souto Bersama Timnas Futsal Indonesia
• 41 menit lalutvonenews.com
thumb
Prof Aslinda: 35 Dosen UNM Makassar Jadi Peserta Pelatihan Pembelajaran Transformatif
• 5 jam laluharianfajar
thumb
Prabowo Bentuk 7 Kejari Baru, Kejagung Siapkan Kantor dan Pejabatnya
• 4 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.