Jakarta: Bank Sentral Jepang (Bank of Japan/BOJ) diperkirakan mempertahankan suku bunga acuan di level 1 persen pada pertemuan yang berakhir Jumat. Meski demikian, pasar menilai BOJ masih membuka peluang untuk kembali menaikkan suku bunga dalam beberapa bulan ke depan seiring meningkatnya tekanan inflasi.
Analis menilai bank sentral Jepang akan tetap menyampaikan sikap yang cenderung agresif (hawkish) meskipun belum memberikan kepastian mengenai waktu kenaikan suku bunga berikutnya. BOJ masih menunggu perkembangan inflasi dan dampak kenaikan biaya energi terhadap perekonomian secara keseluruhan.
Baca juga: Ruang Pemotongan Suku Bunga Semakin TerbatasMitsubishi UFJ Morgan Stanley Securities memperkirakan kenaikan suku bunga berikutnya terjadi pada Desember 2026. Namun, jadwal tersebut dapat dimajukan menjadi September atau Oktober apabila inflasi terus meningkat atau pelemahan yen semakin membebani biaya impor.
Pasar kini menantikan laporan prospek ekonomi triwulanan serta konferensi pers Gubernur BOJ Kazuo Ueda untuk mencari petunjuk mengenai arah kebijakan moneter selanjutnya.
Dalam laporan tersebut, BOJ diperkirakan merevisi naik proyeksi pertumbuhan ekonomi Jepang pada tahun fiskal 2026 seiring meredanya kekhawatiran terhadap dampak konflik di Timur Tengah. Di sisi lain, proyeksi inflasi kemungkinan sedikit diturunkan karena adanya subsidi pemerintah dan penurunan harga minyak dibandingkan beberapa bulan sebelumnya.
Meski begitu, BOJ diperkirakan tetap mewaspadai risiko inflasi yang bertahan di atas target 2 persen. Kenaikan harga pangan dan kebutuhan sehari-hari, pelemahan nilai tukar yen, serta meningkatnya biaya impor dinilai masih menjadi faktor yang dapat mendorong inflasi lebih tinggi.
Dukungan terhadap pengetatan kebijakan moneter juga semakin menguat. Ringkasan rapat BOJ pada Juni menunjukkan sejumlah anggota dewan mendorong kenaikan suku bunga yang lebih cepat agar tingkat suku bunga bergerak menuju level yang dinilai netral bagi perekonomian.
Selain itu, survei Tankan menunjukkan ekspektasi inflasi perusahaan mencapai rekor tertinggi, sementara banyak pelaku usaha mulai merencanakan kenaikan harga produk pada paruh kedua tahun ini.
Berdasarkan survei Reuters, mayoritas analis memperkirakan BOJ akan menaikkan suku bunga menjadi 1,25 persen pada akhir 2026, dengan peluang kenaikan lebih cepat pada Oktober apabila tekanan inflasi terus meningkat.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda





