JAKARTA, DISWAY.ID - Jepang dilanda gempa bumi berkekuatan M 6,8 setelah sebelumnya sempat M 7,1.
Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) awalnya melaporkan gempa berkekuatan magnitudo 7,1 sebelum kemudian merevisinya menjadi magnitudo 6,8.
Perdana Menteri Sanae Takaichi mengatakan gempa kuat menyebabkan korban luka, pemadaman listrik, kebakaran, kerusakan jalan dan jembatan, serta bangunan runtuh.
Jepang pada Selasa mencabut peringatan tsunami yang sebelumnya dikeluarkan setelah gempa bumi kuat mengguncang Prefektur Kumamoto di wilayah barat daya negara itu dilansir dari Anadolu Ajansi.
BACA JUGA:Gempa M 7,1 Guncang Jepang, Wilayah Pesisir Laut Sempat Dihantui Ancaman Tsunami
Gempa terjadi pada kedalaman 10 kilometer pada pukul 16.27 waktu setempat (07.27 GMT), sekitar 5 kilometer di sebelah timur Kota Uto, Prefektur Kumamoto, menurut USGS.
Jaringan pemantauan seismik GEOFON Jerman juga sempat mengukur gempa tersebut bermagnitudo 6,4 sebelum merevisinya menjadi 6,8.
Badan Meteorologi Jepang (JMA) menyatakan gempa tersebut mencapai intensitas 7 dalam skala seismik Jepang yang berkisar dari 0 hingga 7 di wilayah yang terdampak paling parah, sebagaimana dilaporkan NHK.
BACA JUGA:Shin Tae-yong Ungkit Nasib Eks Timnas Korsel dan Jepang Jelang Duel Persija Vs Persebaya
Menurut kantor berita Kyodo, gempa yang berpusat di Prefektur Kumamoto, Pulau Kyushu, mencatat intensitas maksimum 7 di wilayah Uki dan Hikawa, serta intensitas 6 atas di daerah sekitarnya.
Gempa juga tercatat berkekuatan intensitas 5 atas di Prefektur Kagoshima, serta intensitas 5 bawah di Prefektur Fukuoka dan Saga.
JMA memperingatkan bahwa gempa susulan yang kuat masih berpotensi terjadi selama sepekan ke depan, termasuk gempa dengan intensitas hingga 7, terutama dalam dua hingga tiga hari mendatang.
Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengatakan gempa tersebut mengakibatkan korban luka, pemadaman listrik, kebakaran, kerusakan jalan dan jembatan, serta runtuhnya sejumlah bangunan.
Pusat Medis Komunitas Yatsushiro Utara melaporkan lebih dari 40 orang mengalami luka-luka.
Sementara itu, pemadaman listrik berdampak pada sekitar 48.000 rumah tangga di Prefektur Kumamoto.
- 1
- 2
- »





