Makassar, ERANASIONAL.COM – Kodam XIV/Hasanuddin terus mempercepat pembangunan infrastruktur di wilayah Sulawesi Selatan melalui program pembangunan jembatan yang menyasar daerah pedesaan dan terpencil.
Hingga pertengahan 2026, sebanyak 129 unit jembatan telah diprogramkan untuk meningkatkan konektivitas dan mempermudah aktivitas masyarakat.
Kepala Pabandia Ster Kodam XIV/Hasanuddin Letkol Inf. Muhammad Yamin, menjelaskan bahwa pembangunan tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden untuk menghadirkan akses yang lebih baik bagi masyarakat, khususnya di wilayah yang selama ini sulit dijangkau.
“Program ini bertujuan mempermudah mobilitas masyarakat, mulai dari anak-anak yang berangkat ke sekolah hingga warga yang membawa hasil panen ke pasar,” ujarnya, Selasa 28 juli 2026..
Yamin menyebutkan, terdapat tiga jenis jembatan yang dibangun, yakni jembatan gantung, jembatan rangka baja (Aramco), dan jembatan beton.
Untuk jembatan gantung, Kodam XIV/Hasanuddin menargetkan pembangunan sebanyak 37 unit.
Dari jumlah tersebut, delapan unit telah selesai dibangun, sedangkan 29 unit masih dalam proses pengerjaan.
Menurutnya, pembangunan jembatan gantung membutuhkan waktu lebih lama dibanding jenis lainnya karena menggunakan material kayu yang harus melalui proses pengeringan secara maksimal demi menjamin kekuatan dan keselamatan konstruksi.
Sementara itu, pembangunan jembatan rangka baja atau Aramco ditargetkan sebanyak 15 unit. Hingga kini, 11 unit telah rampung dan empat unit lainnya dalam tahap penyelesaian.
Adapun untuk jembatan beton, jumlah yang diprogramkan mencapai 77 unit. Hingga saat ini baru satu unit yang selesai, sementara 76 unit lainnya masih dalam proses pembangunan karena memiliki tingkat konstruksi yang lebih kompleks.
Secara keseluruhan, dari total 129 jembatan yang diprogramkan, sebanyak 109 unit masih dalam tahap pembangunan dan 20 unit telah selesai.
Beberapa jembatan yang telah rampung bahkan sudah diresmikan, di antaranya berada di Kabupaten Maros dan Kabupaten Bone.
Sarifuddin menegaskan, keberadaan jembatan-jembatan tersebut memberikan manfaat besar bagi masyarakat, terutama dalam memangkas waktu tempuh antarwilayah yang sebelumnya harus memutar jauh akibat terhalang sungai.
“Kalau sebelumnya warga harus memutar hingga satu jam, sekarang cukup beberapa menit saja untuk mencapai tujuan,” beber Yamin.
Selain mempercepat mobilitas, jembatan tersebut juga memudahkan petani mengangkut hasil panen, memperlancar akses menuju pasar, serta membantu aktivitas ekonomi masyarakat di daerah terpencil.
Ia menambahkan, jembatan juga menjadi solusi saat musim hujan. Di sejumlah daerah, warga dan pelajar kerap kesulitan menyeberangi sungai ketika debit air meningkat sehingga aktivitas belajar maupun ekonomi terganggu.
“Dengan adanya jembatan ini, masyarakat tidak lagi bergantung pada kondisi sungai. Anak-anak dapat berangkat ke sekolah dengan lebih aman dan aktivitas warga tetap berjalan meski saat musim hujan,” tutupnya. []





