BPBD Kalsel Tangani 299 Kasus Karhutla Hingga 27 Juli 2026

jpnn.com
1 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, BANJARBARU - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Selatan bersama petugas gabungan telah menangani 299 kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan luas area terbakar mencapai 794,1 hektare hingga 27 Juli 2026.

Kepala Pelaksana BPBD Kalsel Ronny Eka Saputra mengatakan Kota Banjarbaru menjadi wilayah dengan jumlah kejadian karhutla terbanyak mencapai 128 kejadian, disusul Kabupaten Tanah Laut sebanyak 42 kejadian dan Kabupaten Banjar sebanyak 39 kejadian.

BACA JUGA: Ingin Tekan Karhutla ke Angka Ideal, Menhut Ungkit Sistem Pencegahan

“Luas area terbakar terbesar tercatat di Kota Banjarbaru mencapai sekitar 326 hektare, sehingga wilayah tersebut menjadi salah satu lokasi yang mendapat perhatian dalam penguatan pencegahan dan pengendalian karhutla selama periode siaga darurat,” ujarnya.

Pemprov Kalsel menetapkan status siaga darurat karhutla sejak 6 Juli hingga 31 Oktober 2026, sedangkan Komando Penanganan Darurat Bencana telah beroperasi mulai 7 Juli 2026 untuk memperkuat koordinasi lintas sektor dalam mempercepat penanganan kebakaran di lapangan.

BACA JUGA: Hadapi Potensi Karhutla, Menhut Benahi Standar Kebutuhan Personel-Peralatan Manggala Agni

“Kendala utama satgas darat adalah sulitnya akses menuju lokasi kebakaran, terutama kawasan gambut yang tidak dapat dilalui kendaraan, sehingga kami harus menyambung selang hingga beberapa gulung dan tekanan air di ujung selang menjadi berkurang,” katanya.

Dia menjelaskan operasi udara menjadi strategi pendukung untuk menjangkau lokasi kebakaran yang sulit diakses melalui jalur darat, termasuk Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) pada 15-21 Juli 2026 yang membantu meningkatkan curah hujan serta operasi helikopter water bombing yang masih berlangsung untuk mempercepat pemadaman.

BACA JUGA: Cegah Karhutla Sejak Dini, Polres OKU Timur Memperkuat Sinergi Lintas Sektor

Namun, Ronny mengungkapkan operasi udara memiliki keterbatasan karena hanya dapat dilakukan hingga pukul 18.00 Wita demi menjaga keselamatan penerbangan, sehingga kebakaran yang terjadi malam hari harus ditangani satgas darat dengan fokus mencegah api meluas ke kawasan permukiman.

“Pada malam hari, kami fokus mengamankan agar api tidak merambat ke permukiman, sedangkan titik yang sulit dijangkau akan menunggu dukungan operasi udara kembali berjalan pada hari berikutnya,” katanya.

Selain akses pemadaman, BPBD Kalsel juga menghadapi keterbatasan sumber air untuk operasi udara di sejumlah kawasan konsesi, sementara pola sebaran karhutla tahun ini mengalami pergeseran dari wilayah utara menuju wilayah selatan yang didominasi kawasan konsesi.

Dia mengatakan perubahan pola tersebut membutuhkan penanganan dan kolaborasi lebih intensif karena wilayah rawan kebakaran tidak hanya dipengaruhi kondisi cuaca, tetapi juga karakteristik lahan serta tingkat kemudahan akses bagi personel pemadam di lapangan. (antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Elfany Kurniawan


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bapanas usulkan Rp17,52 triliun untuk bantuan beras 33,2 juta KPM
• 15 jam laluantaranews.com
thumb
Kejagung Beberkan 4 Alat Bukti Kasus MBG, Potensi Kerugian Negara Capai Rp10,5 Triliun per Tahun
• 12 jam laluharianfajar
thumb
Selamat Berbahagia! 5 Zodiak Paling Hoki pada 29 Juli 2026: Kesempatan Besar Datang Bersamaan dengan Kabar Baik
• 18 jam lalutvonenews.com
thumb
Menkeu: Keuangan Negara Harus Adaptif Hadapi Dinamika Global
• 5 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Satu Dekade Taman Nasional Gunung Maras, Benteng Konservasi dan Rumah Satwa Endemik Bangka Belitung
• 13 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.