Indonesia Punya 180 Kawasan Industri, Ajak Investor Rusia Ikut Berinvestasi

idxchannel.com
2 jam lalu
Cover Berita

Pemerintah Indonesia terus mendorong masuknya investasi Rusia ke kawasan industri nasional sebagai bagian dari upaya memperkuat pengembangan klaster industri.

Indonesia mendorong masuknya investasi Rusia ke kawasan industri sebagai bagian dari upaya memperkuat pengembangan klaster industri. (Foto: Dok. Kemenperin)

IDXChannel - Pemerintah Indonesia terus mendorong masuknya investasi Rusia ke kawasan industri nasional sebagai bagian dari upaya memperkuat pengembangan klaster industri dan mempercepat transformasi manufaktur.

Ajakan tersebut disampaikan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dalam ajang INNOPROM 2026 di Ekaterinburg, Rusia, melalui sesi Business Talk-Panel Discussion Dialogue between Russian and Indonesian SEZs/Industrial Estate: Regulatory Harmonization and The Development of International Industrial Clusters.

Baca Juga:
BKPM Dorong Pengembangan KEK Samota di Sumbawa, Jadi Magnet Investasi Baru

Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, mengatakan pengembangan kawasan industri menjadi strategi pemerintah untuk mempercepat pemerataan industrialisasi sekaligus meningkatkan daya saing manufaktur nasional.

"Pengembangan kawasan industri merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk mempercepat pemerataan industrialisasi sekaligus memperkuat daya saing manufaktur nasional. Kawasan industri memainkan peranan penting dalam mempercepat transformasi industri nasional, mendukung hilirisasi, meningkatkan nilai tambah, menyerap tenaga kerja, hingga memperkuat daya saing industri Indonesia di tingkat global," katanya dalam keterangan resmi, Selasa (29/7/2026).

Baca Juga:
Prabowo Ingin Percepat Pembangunan PFII Agar RI Jadi Destinasi Investasi Dunia

Optimisme tersebut didukung oleh kinerja kawasan industri yang terus tumbuh. Sepanjang 2025, kawasan industri berhasil menarik investasi sebesar Rp6.744,58 triliun, meningkat 9,26 persen dibandingkan tahun sebelumnya, serta menyerap sekitar 2,35 juta tenaga kerja.

Sementara itu, Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional (KPAII) Kemenperin, Tri Supondy, mengatakan harmonisasi regulasi menjadi faktor penting untuk menciptakan iklim investasi yang lebih kondusif antara Indonesia dan Rusia.

"Harmonisasi regulasi antara Indonesia dan Rusia menjadi kunci untuk memastikan setiap investasi kawasan industri berjalan efisien, transparan, dan saling menguntungkan bagi kedua negara. Kami berharap dialog ini menjadi landasan kemitraan jangka panjang, tidak hanya dalam investasi, tetapi juga transfer pengetahuan dan pengembangan kapasitas kawasan industri," ujarnya.

Hingga kuartal II-2026, Indonesia memiliki 180 kawasan industri yang dihuni hampir 12 ribu perusahaan. Kawasan tersebut dikembangkan melalui empat pendekatan, yakni kawasan industri berteknologi tinggi, kawasan berbasis hilirisasi sumber daya alam, kawasan hemat air di luar Pulau Jawa, serta kawasan padat karya di Pulau Jawa.

Untuk menarik lebih banyak investor, pemerintah juga menawarkan berbagai insentif, mulai dari kemudahan perizinan berbasis risiko, status kawasan industri sebagai Objek Vital Nasional, fasilitas Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT), program restrukturisasi mesin dan peralatan industri, hingga berbagai insentif perpajakan seperti investment allowance, tax allowance, super tax deduction, serta pembebasan bea masuk mesin dan bahan baku melalui skema masterlist.

Sebagai contoh keberhasilan pengembangan kawasan industri, Kemenperin mempromosikan Kendal Special Economic Zone (Kendal SEZ) yang telah mencatat investasi kumulatif sebesar Rp187,05 triliun hingga 2025 dan menyerap lebih dari 76 ribu tenaga kerja. Kawasan tersebut saat ini dihuni 142 perusahaan dari berbagai negara dengan sektor utama meliputi fesyen, otomotif, energi terbarukan, dan elektronika.

Kemenperin menyebut tingginya tingkat okupansi Kendal SEZ mendorong pengembangan Ecosystem Hub seluas 1.200 hektare yang diproyeksikan menarik tambahan investasi sekitar Rp370 triliun dan menciptakan hingga 250 ribu lapangan kerja.

Dialog tersebut juga melengkapi penandatanganan nota kesepahaman antara Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) dan Association of Clusters, Technology Parks and SEZs of Russia. Kerja sama itu diharapkan menjadi pintu masuk peningkatan investasi Rusia di kawasan industri Indonesia sekaligus memperkuat pembentukan klaster industri internasional yang berdaya saing.

(Rahmat Fiansyah)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Setelah Gubernur BI Undur Diri: Bursa Nama Calon Pengganti Perry
• 2 jam lalumetrotvnews.com
thumb
6 Tips Menabung untuk Fresh Graduate yang Baru Mulai Bekerja
• 19 jam lalubeautynesia.id
thumb
Modus Beli Berulang Pakai Barcode Terbongkar, Pertamina Periksa CCTV SPBU di Madiun
• 7 jam laluberitajatim.com
thumb
PN Jakpus Pastikan Penyimpanan Barang Eks Hotel Sultan Sesuai Prosedur
• 29 menit lalumetrotvnews.com
thumb
Dari PRSU Hingga Kursi Kepemimpinan: Kisah "Cinta Tukang Parkir'
• 29 menit lalumediaapakabar.com
Berhasil disimpan.