Jika Ulama Berbeda Pendapat, Bagaimana Santri Harus Bersikap?

republika.co.id
8 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dalam khazanah keilmuan Islam, tak jarang dihiasi pendapat yang beragam. Adakalanya muncul perbedaan pendapat di kalangan ulama.

Bagaimana dengan santri yang posisinya adalah seseorang yang sedang mempelajari ilmu-ilmu agama? Mengenai hal ini, Hadratusyekh KH Hasyim Asyari, pendiri Pesantren Tebuireng dan juga pendiri Nahdlatul Ulama memberikan nasihatnya. Hal ini beliau tuliskan dalam kitabnya yang berjudul Adab al Alim wa Mutaalim.

Baca Juga
  • Empat Ilmu yang Wajib Dipelajari Santri Menurut KH Hasyim Asyari
  • Serangan Teroris Yahudi di Tepi Barat Berlanjut
  • Kerim Palic Mundur dari Madura United karena Alasan Keluarga

Menurut Kiai Hasyim Asyari, sejak awal seorang santri harus bisa menahan diri dan tidak terjebak dalam perbedaan pandangan di antara para ulama dan juga manusia umumnya secara mutlak. Baik pada masalah pemikiran maupun pendengaran karena hal itu akan membuat hatinya menjadi bimbang, dan membuat pikiran tidak tenang.

Sejak awal, santri harus bisa meyakinkan diri untuk berpegang pada satu kitab saja dan jika memperoleh izin dari guru atau kiainya, maka ia boleh menggunakan beberapa kitab yang berbeda. Namun, apabila metode yang dipakai gurunya hanya menukil, memindahkan pendapat dari beberapa mazhab dan ikhtilaf sedangkan ia sendiri tidak mempunyai satu pendapat, maka sebagaimana yang dikatakan oleh Imam Al Ghazali, hendaknya ia berhati-hati karena bahayanya masih lebih banyak dibanding manfaatnya.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Kiai Hasyim Asyari melanjutkan, begitu juga seorang santri hendaknya dalam mempelajari berbagai macam kitab sejak awal berhati-hati karena hal itu bisa menyia-nyiakan waktu dan tidak bisa berkonsentrasi. Bhakan, santri harus memberikan kitab-kitab dan pelajaran yang ia pelajari kepada gurunya untuk dilihat agar guru bisa memberikan bimbingan keyakinan santri.

Demikian pula jika menukil dari satu kitab ke kitab yang lain tanpa ada yang mewajibkan, ia juga harus berhati-hati, karena bisa jadi akan muncul indikasi kebosanan dan tanda tidak ada keberuntungan. 

Namun, apabila santri sudah mempunya dasar kemampuan yang memadai, maka lebih baik ia tidak membuat hal-hal baru dalam ilmu hukum melainkan hanya mempelajari teorinya saja. Karena yang bisa memberikan kebahagian dan usia yang panjang pada dirinya dan ketenangan hanyalah jika ia bisa membersihkan dirinya dari kebodohan ilmu itu dan ia berpegang pada ilmu itu dengan kuat, ia tidak akan meremehkan amal perbuatan yang dimaksudkan oleh ilmu itu.

Santri (ilustrasi) - (Dok Republika)

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dari PRSU Hingga Kursi Kepemimpinan: Kisah "Cinta Tukang Parkir'
• 14 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Profil Cut Keke, Aktris yang Jadi Istri Kedua Malik Bawazier, Kini Suami Diduga Selingkuh
• 1 jam lalugrid.id
thumb
Kecelakaan di Jalur Bojonegoro-Babat, Bus Jaya Utama Tabrakan dengan Avanza
• 13 jam lalurctiplus.com
thumb
DBH Belum Cair, DPRD DKI Ungkap Dampaknya Bagi Pembangunan Jakarta
• 22 jam laluliputan6.com
thumb
Raksasa Senjata Dunia Berburu Startup Drone, Investasi Tembus Rp74 Triliun
• 4 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.