JAKARTA, KOMPAS.com - Tiga bangunan tua bercat merah yang mulai terkelupas masih berdiri kokoh di Jalan Cilincing Rekreasi, Jakarta Utara.
Kompleks yang dibangun sekitar tahun 1976 itu merupakan rumah penitipan abu jenazah bernama Wan Lin Chie. Masing-masing bangunan memiliki luas sekitar 500 hingga 600 meter persegi.
Di bagian depan, tampak pintu masuk berbentuk lingkaran besar atau moon gate yang menjadi akses utama menuju ruang penyimpanan abu. Pintu tersebut dilengkapi pagar besi berwarna emas dan merah yang memperkuat nuansa arsitektur Tionghoa.
Memasuki bagian dalam, berdiri sebuah altar sembahyang berbahan kayu berwarna cokelat tepat di tengah ruangan.
Baca juga: Polisi Buka Peluang Ekshumasi Jenazah Sutrimo jika Temukan Kejanggalan dalam Kematiannya
Di atasnya terdapat patung sebagai pusat penghormatan, lengkap dengan dupa serta perlengkapan sembahyang lainnya.
Altar itu diapit dua tiang merah. Di depannya tersusun kotak-kotak kertas sembahyang berwarna merah dan emas, sementara di sisi kanan terlihat dupa, lilin, serta perlengkapan ritual lain yang biasa digunakan keluarga saat berziarah.
Lantai keramik berwarna terang dan ruangan yang cukup lapang memberi keleluasaan bagi para pengunjung untuk berdoa.
Ribuan Kotak AbuDi balik altar, dinding bercat merah dipenuhi ribuan kotak penyimpanan abu jenazah atau niche yang tersusun rapi dari lantai hingga mendekati langit-langit bangunan.
Di setiap kotak tersimpan guci keramik berisi abu jenazah, lengkap dengan foto, nama, serta berbagai hiasan sebagai penanda identitas.
Dalam satu ruangan saja diperkirakan terdapat sekitar 3.000 kotak penyimpanan.
"Kurang lebih 3.000 kotaknya. Dari sini ke situ 14 baris, ke sininya hitung saja sendiri, kurang lebih 60-an. Di ruangan sana juga sama, sekitar 3.000-an," ungkap salah satu penjaga Rumah Abu Wan Lin Chie, Denis (60), saat ditemui Kompas.com di lokasi, Selasa (28/7/2026).
Menurut Denis, abu jenazah yang dititipkan berasal dari empat agama, yakni Konghucu, Buddha, Katolik, dan Kristen.
Baca juga: Sopir Ambulans Ungkap Kondisi Jenazah Korban Bentrokan Menteng Saat Tiba di RSCM
Sejak rumah abu berdiri pada 1976, sebagian abu jenazah yang pertama kali dititipkan masih tersimpan hingga sekarang.
Namun, tidak semua kotak penyimpanan terisi. Sebagian telah kosong karena keluarga memutuskan melarung abu jenazah ke laut setelah merasa ikhlas melepas kepergian orang yang dicintai.
Di sisi lain, selama hampir dua tahun terakhir tidak ada lagi abu jenazah baru yang dititipkan di Rumah Abu Wan Lin Chie.





