KPK OTT Bupati Pemalang Anom Widiyantoro

viva.co.id
8 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) ke-18 selama 2026. Pada OTT kali ini, KPK meringkus Bupati Pemalang Anom Widiyantoro.

“Benar," kata Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto kepada wartawan, Rabu, 29 Juli 2026.

Baca Juga :
KPK Tahan Anggota DPRD Jatim Moch Mahrus, Diduga Suap Anwar Sadad Demi Dana Hibah Rp83,4 M
KPK Bongkar Dugaan Korupsi Baru di Pemkot Bengkulu, Ternyata Terkait Limbah Kesehatan

KPK memiliki waktu 1 x 24 jam untuk menentukan status dari pihak yang ditangkap dalam OTT tersebut sesuai dengan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP).

Sementara itu, KPK sempat melakukan rapat koordinasi pencegahan korupsi dengan Bupati Pemalang dan jajaran Pemerintah Kabupaten Pemalang di Gedung Merah Putih KPK pada 16 Juni 2025.

KPK menyoroti tiga titik rawan korupsi di Pemkab Pemalang, seperti penganggaran, pengadaan barang dan jasa serta pengelolaan sumber daya manusia.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Pemalang menegaskan komitmennya untuk melakukan pembenahan demi kesejahteraan masyarakat. Dia juga mengatakan pihaknya belajar dari peristiwa OTT terhadap Bupati Pemalang periode 2021-2025 Mukti Agung Wibowo.

“Kejadian terdahulu membuat kami bersama-sama untuk serius melakukan perbaikan sehingga dorongan KPK dapat membuat kami lebih percaya diri agar dapat senafas dan seirama,” kata dia pada pertemuan 16 Juni 2025 tersebut.

Sebelumnya, KPK mulai melakukan OTT pertama di 2026 dengan menangkap delapan orang selama 9-10 Januari. Penangkapan ini mengenai dugaan suap dalam pemeriksaan pajak di lingkungan Kantor Pelayanan Pajak Madya Jakarta Utara pada Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan periode 2021-2026.

Pada bulan yang sama, KPK menangkap Wali Kota Madiun Maidi dalam OTT kedua, dan Bupati Pati Sudewo dalam OTT ketiga.

Pada Februari 2026, KPK menangkap Kepala KPP Madya Banjarmasin, Kalimantan Selatan, dalam OTT keempat.

KPK dalam bulan yang sama juga menangkap mantan Direktur Penindakan dan Penyidikan pada Ditjen Bea dan Cukai Kemenkeu Rizal, yang sedang menjabat sebagai Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Sumatera Bagian Barat pada OTT kelima.

Selain itu, KPK menangkap Ketua Pengadilan Negeri Depok I Wayan Eka Mariarta serta Wakil Ketua PN Depok Bambang Setyawan pada OTT keenam.

Selama Maret 2026 yang bertepatan dengan Ramadhan atau bulan puasa, KPK menangkap Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, Bupati Rejang Lebong Muhammad Fikri Thobari, dan Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman. Ketiganya ditangkap dalam OTT yang berbeda.

Baca Juga :
Eks Dirut PGN Hendi Prio Dituntut 5 Tahun Penjara di Perkara Korupsi Rp255 Miliar
KPK Angkut 2 Mobil dari Pendopo Bupati Lombok Barat, HR-V hingga Trailblazer Ikut Disita
Eks Kasi Intelijen Bea Cukai Budiman Bayu Prasojo Didakwa Terima Gratifikasi Rp7,6 M

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
FIM: RI Harus Berani Bangun Politik Perdagangan yang Lindungi Industri Nasional
• 19 jam laluviva.co.id
thumb
KPK Sita Rp2 miliar Terkait OTT Bupati Pemalang Anom Widiyantoro
• 2 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Golkar Heran OTT Kepala Daerah Marak: Apa Mereka Tak Paham Lagi Mana Tindakan Korupsi?
• 46 menit lalukompas.com
thumb
Sinopsis ASMARA GEN Z SCTV Episode 619, Hari Ini Selasa 28 Juli 2026: Mohan Salah Paham Lihat Raisa Berdua Salvatore, Aqeela Sebut Harry sebagai Pacar
• 22 jam lalutabloidbintang.com
thumb
INDEF Ungkap Geopolitik Global Paksa Asia-Pasifik Ubah Strategi Pajak dan Investasi
• 22 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.