Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Rabu (29/7/2026) diperkirakan masih dibayangi tekanan dari sentimen global dan domestik.
Pelaku pasar memilih bersikap hati-hati menjelang keputusan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (AS) atau Federal Reserve (The Fed), sekaligus mencermati dinamika ekonomi di dalam negeri.
Meski demikian, IHSG mengawali perdagangan dengan penguatan. Pada pembukaan sesi pertama, indeks naik 10,57 poin atau 0,17 persen ke level 6.141,16.
Sementara itu, Indeks LQ45 yang berisi saham-saham unggulan turut menguat 0,45 poin atau 0,07 persen ke posisi 608,48.
Liza Camelia Suryanata Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia mengatakan, investor sebaiknya menerapkan strategi wait and see hingga arah pergerakan pasar lebih jelas.
“Kiwoom Research menyarankan investor untuk wait and see sambil mencermati pergerakan IHSG di area support 6.130. Investor yang telah memperoleh keuntungan disarankan menerapkan trailing stop atau melakukan profit taking secara bertahap apabila IHSG menembus level tersebut,” ujar Liza dilansir dari Antara.
Menurut Liza, fokus utama pelaku pasar global saat ini tertuju pada hasil rapat Federal Open Market Committee (FOMC) yang akan menentukan arah suku bunga acuan Amerika Serikat.
Pasar secara umum memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga. Namun, investor tetap mewaspadai kemungkinan bank sentral AS mempertahankan sikap hawkish apabila tekanan inflasi kembali meningkat.
“Selain itu, investor akan mencermati konferensi pers Ketua The Fed, Kevin Warsh, untuk memperoleh petunjuk mengenai prospek kebijakan moneter ke depan, terutama setelah ia menegaskan komitmen bank sentral menjaga stabilitas harga serta melakukan evaluasi terhadap kerangka kebijakan moneter,” kata Liza.
Selain kebijakan moneter, perkembangan geopolitik di Timur Tengah juga masih menjadi perhatian. Menurut Liza, ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran untuk sementara mereda sehingga turut menekan harga minyak dunia karena kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi mulai berkurang.
Meski demikian, pasar masih mencermati pernyataan Presiden AS Donald Trump yang memperingatkan bahwa operasi militer terhadap Iran dapat kembali dilakukan apabila proses negosiasi tidak mencapai kesepakatan.
Di pasar Amerika Serikat, perhatian investor juga tertuju pada laporan keuangan Microsoft dan Meta. Selain kinerja keuangan, pelaku pasar akan mengamati besaran belanja modal (capital expenditure/capex) kedua perusahaan sebagai indikator keberlanjutan investasi di sektor kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
Di sisi lain, musim laporan keuangan emiten di Wall Street masih memberikan sentimen positif. Hampir 90 persen perusahaan yang telah merilis laporan keuangan berhasil melampaui ekspektasi pasar.
Konsensus juga memperkirakan laba perusahaan dalam indeks S&P 500 pada kuartal II 2026 tumbuh sekitar 34 persen secara tahunan (year on year/yoy).
Sementara itu, dari dalam negeri, sentimen investor masih dipengaruhi kabar pengunduran diri Perry Warjiyo sebagai Gubernur Bank Indonesia.
Kondisi tersebut membuat pelaku pasar cenderung menunggu kepastian arah transisi kepemimpinan di bank sentral.
Liza juga menyoroti hasil survei Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) yang menunjukkan mayoritas pelaku usaha masih memilih menunda ekspansi pada semester II 2026 karena ketidakpastian permintaan, baik di pasar domestik maupun global.
Di sektor komoditas, Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) memperkirakan kebutuhan crude palm oil (CPO) untuk mendukung implementasi penuh program mandatori B50 akan meningkat menjadi sekitar 16 hingga 17 juta ton pada 2027.
Pada perdagangan sebelumnya, mayoritas bursa saham Eropa ditutup menguat. Indeks Euro Stoxx 50 naik 0,24 persen, FTSE 100 Inggris menguat 0,83 persen, DAX Jerman bertambah 0,41 persen, dan CAC 40 Prancis meningkat 0,63 persen.
Sementara itu, Wall Street ditutup bervariasi. Indeks S&P 500 naik 0,20 persen ke level 7.429,22, Dow Jones Industrial Average menguat 1 persen menjadi 52.747,53, sedangkan Nasdaq Composite turun 0,20 persen ke posisi 24.876,91.
Di kawasan Asia, pergerakan bursa juga beragam pada perdagangan pagi. Indeks Nikkei dan Shanghai bergerak melemah, Hang Seng menguat, sementara Kospi dan Strait Times terkoreksi. (ant/saf/ipg)




