HARIAN.FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Persija Jakarta diam-diam menyimpan senjata yang nilainya fantastis. Melampaui Thom Haye dan Mariano Peralta, bintang Persib Bandung. Justru, kini sosok anyar Macan Kemayoran menjadi pemain asing termahal di Super League 2026/2027.
Nama yang dimaksud adalah Stjepan Loncar. Gelandang berusia 29 tahun asal Bosnia dan Herzegovina itu kini tercatat sebagai pemain asing dengan nilai pasar tertinggi di Super League 2026/2027.
Berdasarkan nilai pasarnya, Loncar memiliki banderol sekitar Rp20,86 miliar. Angka tersebut mengungguli Thom Haye yang berada di kisaran Rp15,64 miliar, sekaligus melewati Mariano Peralta yang memiliki nilai pasar sekitar Rp13,04 miliar setelah resmi menjadi bagian dari Persib Bandung.
Di skuad Maung Bandung sendiri, bek Patricio Matricardi masih berada di bawah kedua nama tersebut dengan nilai pasar sekitar Rp6,5 miliar.
Kedatangan Loncar juga tidak diraih Persija secara cuma-cuma. Macan Kemayoran dikabarkan harus mengeluarkan dana transfer sebesar 300 ribu euro atau sekitar Rp6,1 miliar untuk memboyongnya. Sebelumnya, Persija disebut sempat mengajukan tawaran awal senilai 200 ribu euro atau sekitar Rp4,1 miliar.
Loncar resmi direkrut dari klub Kroasia, NK Istra, pada 19 Juli 2026. Pengalamannya sebagai mantan pemain Timnas Bosnia dan Herzegovina menjadi salah satu alasan mengapa kehadirannya begitu dinantikan pendukung Persija.
Kini publik menunggu apakah pemain berpengalaman tersebut mampu membayar ekspektasi tinggi dan menjadi pembeda dalam perjalanan Persija musim ini.
Keseriusan Persija membangun kekuatan baru juga terlihat dari aktivitas mereka di bursa transfer. Pada Rabu, 22 Juli 2026, klub ibu kota itu sukses mengamankan tanda tangan Nadeo Argawinata melalui skema transfer permanen.
Untuk mendapatkan penjaga gawang Timnas Indonesia tersebut, Persija dikabarkan harus melepas dua pemain sekaligus menyertakan dana transfer kepada Borneo FC, mengingat Nadeo masih terikat kontrak jangka panjang bersama klub lamanya.
Langkah agresif di pasar transfer menjadi bukti bahwa Persija tidak ingin sekadar bersaing di papan atas. Manajemen Macan Kemayoran memasang target tinggi untuk mengakhiri penantian panjang meraih gelar liga.
Terakhir kali Persija mengangkat trofi kompetisi kasta tertinggi Indonesia terjadi saat tim masih ditangani Stefano Cugurra atau Teco. Sejak momen tersebut, perjalanan mereka lebih sering berakhir di posisi lima besar.
Di sisi lain, Persib Bandung justru tampil dominan dengan torehan tiga gelar juara liga secara beruntun. Kondisi itu membuat Persija semakin terdorong membangun skuad yang lebih kompetitif demi mematahkan dominasi rivalnya pada Super League 2026/2027. (*)




