JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Badan Gizi Nasional Sudaryono menolak untuk bertemu pengelola dapur, mitra, ataupun supplier di ruang kerjanya.
"Saya pribadi membatasi orang-orang yang barangkali dia punya dapur, dia mitra, dia supplier lah, dia entah apa lah begitu, saya membatasi untuk tidak saya terima di ruangan saya," ujar Sudaryono saat konferensi pers, di Kantor BGN, Jakarta Pusat, Rabu (28/7/2027).
Meskipun belum tentu membahas hal-hal yang tidak etis, kata Sudaryono, ia tetap membatasi pertemuan di ruang kerjanya untuk menghindari fitnah.
Baca juga: Kata Kepala BGN soal Pemborosan Anggaran Rp 10,5 Triliun MBG Diungkap di Praperadilan Lodewyk
"Sekali lagi, belum tentu kalau saya terima itu kemudian saya bicara hal-hal yang tidak etis, tapi kalau saya terima, itu membuat orang menduga-duga. Jadilah yang namanya fitnah," kata dia.
Oleh sebab itu, Sudaryono menyediakan Pusat Pelayanan Terpadu di kantor BGN yang diresmikan pada hari ini.
Menurut dia, Pusat Pelayanan Terpadu ini membuktikan komitmen BGN untuk memperbaiki pelayanan sekaligus tata kelola MBG dari penyimpangan dan penyelewengan.
Baca juga: BGN Siapkan Portal Agar Orangtua dan Sekolah Pantau Menu MBG untuk Anaknya
"Ini menunjukkan komitmen sebagaimana sudah saya sampaikan di awal-awal dulu. Kita ini maunya terang benderang, tidak ada yang sembunyi-sembunyi, tidak ada yang diam-diam, tidak ada yang gelap-gelap, semuanya harus terang benderang," ucap Sudaryono.
Sudaryono menuturkan, ia bersama kedua wakil kepala BGN berupaya untuk menghindari praduga demi mencegah prasangka buruk.
Eks Wakil Menteri Pertanian ini juga memperingatkan jajarannya untuk menolak pertemuan diam-diam dengan pihak yang berkepentingan di program MBG.
Baca juga: Kepala BGN: Program MBG Akan Segera Dipercepat di Daerah-Daerah Stunting Tinggi
"Di level eselon 1, eselon 2, dan seterusnya, saya larang dengan keras menerima pihak-pihak yang berkepentingan secara gelap-gelap, diam-diam. Semuanya harus direspon dengan cara yang proper, yang baik," kata Sudaryono.
"Saya ingin Badan Gizi ini memiliki standar layanan yang betul-betul andal. Jadi pusat pelayanan terpadu itu adalah tempat curhatnya orang, tempat mengadu orang," ujar dia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




