Jakarta (ANTARA) - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono meminta masyarakat tidak lagi mempertentangkan antara sekolah yang rusak dengan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagaimana yang ramai diperbincangkan di media sosial.
Ia menjelaskan, sekolah yang ramai diperbincangkan memang sudah rusak sebelum ada Program MBG, dan saat ini oleh Presiden Prabowo sudah diperbaiki.
"Jadi, sebetulnya cukup simpel kalau ada sekolah rusak yang ditemukan itu cukup lapor, ada portalnya di Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) pasti diperbaiki. Ini kan masalahnya enggak fair (adil) ya, sekarang sudah diperbaiki 70 ribu, begitu ada yang rusak apalagi sebelahnya dapur MBG-nya mengkilap, bersih, warnanya biru bagus terus dibanding-bandingkan, ini sesuatu yang menurut saya tidak, tapi enggak apa-apa, itu bagian dari dinamika kita berdemokrasi," ucap Sudaryono di Jakarta, Rabu.
Ia menegaskan BGN saat ini tengah fokus pada memastikan dapur MBG bersih, higienis, aman, makanan yang diberikan sesuai dengan angka kecukupan gizi, serta bisa dinikmati oleh para penerima manfaat, khususnya anak-anak sekolah.
"Jadi sebetulnya sebelum saya jadi kepala BGN saya sering berkampanye ini. Sekolah rusak ini sudah tinggal lapor itu ada portalnya, itu dibereskan, sehingga saya ingin mengajak kita semua ya untuk tidak memperkeruh persoalan. Kalau Anda temukan sekolah rusak ya sudah difoto, laporkan saja, enggak perlu kemudian dibandingkan dengan dapur MBG karena enggak nyambung. Dapur MBG ini yang bangun adalah mitra dan sudah ada skemanya, sementara perbaikan sekolah ini dua hal yang berbeda," paparnya.
Namun demikian, ia menegaskan, pemerintah terus menindaklanjuti kritik, saran, dan masukan dari masyarakat, serta menemukan solusi atas setiap permasalahan yang disampaikan, termasuk yang berkaitan dengan gizi, kesehatan, serta pendidikan.
"Masalah kita cari, kita temukan, kita cari solusi, kita selesaikan karena memang tugas kita adalah menyelesaikan persoalan. Persoalan pendidikan, kesehatan, gizi, macam-macam itu tugas kita. Jadi, saya terima kasih ya sudah menaikkan itu semua dan di momen kesempatan ini, di hadapan banyak kamera, saya sampaikan kalau Anda menemukan sesuatu yang enggak benar, sampaikan apa adanya, enggak perlu dibumbui ini dan itu," ucap Sudaryono.
Baca juga: BGN pastikan pengawasan SPPG dilakukan melalui sistem terpadu
Baca juga: BGN fokuskan pembangunan SPPG di daerah stunting tinggi
Baca juga: Pemerintah targetkan "refocusing" penerima MBG sebelum 5 Agustus
Ia menjelaskan, sekolah yang ramai diperbincangkan memang sudah rusak sebelum ada Program MBG, dan saat ini oleh Presiden Prabowo sudah diperbaiki.
"Jadi, sebetulnya cukup simpel kalau ada sekolah rusak yang ditemukan itu cukup lapor, ada portalnya di Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) pasti diperbaiki. Ini kan masalahnya enggak fair (adil) ya, sekarang sudah diperbaiki 70 ribu, begitu ada yang rusak apalagi sebelahnya dapur MBG-nya mengkilap, bersih, warnanya biru bagus terus dibanding-bandingkan, ini sesuatu yang menurut saya tidak, tapi enggak apa-apa, itu bagian dari dinamika kita berdemokrasi," ucap Sudaryono di Jakarta, Rabu.
Ia menegaskan BGN saat ini tengah fokus pada memastikan dapur MBG bersih, higienis, aman, makanan yang diberikan sesuai dengan angka kecukupan gizi, serta bisa dinikmati oleh para penerima manfaat, khususnya anak-anak sekolah.
"Jadi sebetulnya sebelum saya jadi kepala BGN saya sering berkampanye ini. Sekolah rusak ini sudah tinggal lapor itu ada portalnya, itu dibereskan, sehingga saya ingin mengajak kita semua ya untuk tidak memperkeruh persoalan. Kalau Anda temukan sekolah rusak ya sudah difoto, laporkan saja, enggak perlu kemudian dibandingkan dengan dapur MBG karena enggak nyambung. Dapur MBG ini yang bangun adalah mitra dan sudah ada skemanya, sementara perbaikan sekolah ini dua hal yang berbeda," paparnya.
Namun demikian, ia menegaskan, pemerintah terus menindaklanjuti kritik, saran, dan masukan dari masyarakat, serta menemukan solusi atas setiap permasalahan yang disampaikan, termasuk yang berkaitan dengan gizi, kesehatan, serta pendidikan.
"Masalah kita cari, kita temukan, kita cari solusi, kita selesaikan karena memang tugas kita adalah menyelesaikan persoalan. Persoalan pendidikan, kesehatan, gizi, macam-macam itu tugas kita. Jadi, saya terima kasih ya sudah menaikkan itu semua dan di momen kesempatan ini, di hadapan banyak kamera, saya sampaikan kalau Anda menemukan sesuatu yang enggak benar, sampaikan apa adanya, enggak perlu dibumbui ini dan itu," ucap Sudaryono.
Baca juga: BGN pastikan pengawasan SPPG dilakukan melalui sistem terpadu
Baca juga: BGN fokuskan pembangunan SPPG di daerah stunting tinggi
Baca juga: Pemerintah targetkan "refocusing" penerima MBG sebelum 5 Agustus





