Wamen ESDM: PSEL Legok Nangka perkuat energi dan serap 1.500 pekerja

antaranews.com
1 jam lalu
Cover Berita
Kabupaten Bandung (ANTARA) - Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung mengatakan pembangunan sarana Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Legok Nangka di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, memperkuat pasokan energi di daerah itu sekaligus menyerap sekitar 1.500 tenaga kerja selama masa konstruksi.

"Untuk kegiatan ini, total tenaga kerja yang terserap nanti ada 1.500 tenaga kerja dan menghasilkan listrik sekitar 40 Megawatt. Ini akan memperkuat ketersediaan energi di Provinsi Jawa Barat. Jadi penyerapan tenaga kerja juga akan terlihat dalam pelaksanaan kegiatan ini," katanya usai peletakan batu pertama PSEL Legok Nangka di Kabupaten Bandung, Rabu.

Ia mengatakan PSEL Legok Nangka merupakan proyek joint venture antara perusahaan swasta nasional dan perusahaan asal Jepang yang diharapkan menjadi solusi pengelolaan sampah di Jawa Barat sekaligus menghasilkan energi baru terbarukan.

"Adanya groundbreaking untuk PSEL Legok Nangka ini memecahkan tumpukan sampah yang ada di Jawa Barat. Ini akan bisa terolah, sehingga nanti memberikan dampak lingkungan yang lebih baik dan juga terhadap kesehatan masyarakat. Dan juga kita mendapatkan energi yang secara berkelanjutan, energi bersih dalam bentuk energi baru terbarukan," ujarnya.

Menurut dia, proyek tersebut ditargetkan mulai beroperasi secara komersial atau Commercial Operation Date (COD) pada 2029 sesuai target pembangunan dan menjadi bagian dari pelaksanaan instruksi Presiden untuk mempercepat pengolahan sampah menjadi energi.

Baca juga: Jabar mulai bangun PSEL Legok Nangka tuntaskan sampah di Bandung Raya

Baca juga: Wamen ESDM: PSEL Legok Nangka berkapasitas 40,79 MW

Ia mengatakan pemerintah juga mengembangkan fasilitas serupa di sejumlah kawasan aglomerasi lain di Jawa Barat, antara lain Bogor Raya, Depok, serta Bekasi Raya.

"Jadi dengan adanya prioritas sesuai dengan instruksi Presiden, kita mengharapkan seluruh sampah khususnya di Jawa Barat bisa terselesaikan dan dari ketersediaan energi itu bisa ditingkatkan yang berasal dari pengolahan sampah untuk menjadi energi," katanya.

Selain menghasilkan listrik, menurut dia, fasilitas tersebut juga mengembangkan konsep ekonomi sirkular melalui pemanfaatan sampah yang dapat didaur ulang menjadi berbagai bentuk energi.

"Jadi untuk sampah yang berasal dari sampah plastik itu bisa digunakan juga, nanti dengan teknologi ini akan menghasilkan bahan bakar terbarukan. Jadi nanti kita akan mengintegrasikan berbagai teknologi sehingga sasaran energi baik listrik, BBM, dan juga bioenergi akan bisa dihasilkan dari kegiatan-kegiatan ini," ujarnya.

Terkait aspek lingkungan, ia memastikan teknologi incinerator yang digunakan pada PSEL Legok Nangka beroperasi pada suhu di atas 800 derajat Celsius sehingga proses pembakaran berlangsung sempurna dan meminimalkan potensi terbentuknya dioksin yang berbahaya bagi kesehatan maupun lingkungan.

Ia menambahkan pembangunan jaringan transmisi menuju gardu listrik terdekat akan dilakukan secara paralel bersama PT PLN (Persero) agar listrik yang dihasilkan dapat langsung disalurkan kepada masyarakat saat fasilitas mulai beroperasi.

Baca juga: Danantara tetapkan mitra PSEL Bekasi targetkan desain tuntas 2026

Baca juga: Bakom: Efek ganda PSEL buat sampah terurai & ciptakan lapangan kerja




Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Di Era Kepemimpinan Achi Soleman, Dinas Pendidikan Makassar Antar Enam Pelajar Tembus FLS3N Nasional
• 8 jam laluharianfajar
thumb
Di Pelantikan Praja IPDN, Prabowo Ingatkan Pentingnya Meritokrasi
• 8 jam lalukompas.id
thumb
Sinopsis Film China Better Days, Perjalanan Gadis yang Dirundung dan Persahabatannya dengan Anak jalanan
• 10 jam lalugrid.id
thumb
Polisi Tangkap Lagi 2 Pelaku Gembos Ban Rp1,2 Miliar di Kalideres Jakbar
• 44 menit lalumetrotvnews.com
thumb
Reset Mental 2 Menit saat Menghadapi Tekanan
• 12 jam lalubeautynesia.id
Berhasil disimpan.