Polemik tuduhan dugaan ijazah palsu dinilai telah membawa dampak yang meluas hingga kehidupan pribadi dari Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi). Hal itu disampaikan oleh Juru Bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Dian Sandi Utama.
Kehidupan Jokowi saat ini semestinya diisi dengan aktivitas yang lebih tenang seperti menerima tamu dan berkumpul bersama keluarga, bukan terus menghadapi polemik mengenai ijazah. Namun Dian mengatakan, dampak polemik tersebut menurutnya telah merambah ke ranah yang lebih pribadi.
Baca Juga: Alumni UGM: Ijazah Jokowi Katanya Palsu, Tapi Dimana Letak Kepalsuannya?
"Beliau itu sudah asyik menerima tamu dan lain-lain. Tapi kan diganggu-ganggu terus sama mereka. Bahkan sampai didatangi rumahnya, didatangi kuburan orang tuanya, kan begitu waktu itu," ujar Dian Sandi Utama, dikutip Rabu (29/7/2026).
Menurutnya, Jokowi kini tidak dapat menikmati masa pensiunnya dengan tenang setelah menyelesaikan masa jabatan sebagai Presiden Republik Indonesia.
"Ini kan kasihan Pak Jokowi ini. Beliau ini mau istirahat. Kasihan rakyat juga, kan. Beliau ini sudah tua, mau istirahat, mau bersama anak cucu, dan sebagainya di Solo," ujarnya.
Adapun Dian mengatakan akan terus menunjukkan komitmennya membela keaslian ijazah Jokowi. Menurut Dian, langkah yang diambilnya bukan didorong kepentingan pribadi, melainkan keinginan agar polemik yang terus berkembang di ruang publik segera selesai.
"Kita kan ingin menyelesaikan ini. Makanya saya sampaikan, apa motivasi terbesar saya melakukan ini dengan segala jenis risiko yang saya harus terima ke depan, saya ingin ini selesai. Saya ingin tidak ada lagi yang bahas-bahas ini," tegasnya.
Baca Juga: Prabowo Harap Waspada, Presiden Bisa 'Dijatuhkan' Orang Terdekat di Istana: Lebih Baik Bapak Tahu...
Polemik Ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) hingga kini masih menjadi perhatian publik dan telah memasuki berbagai proses hukum. Meski demikian, belum ada titik terang akan hal tersebut di Indonesia.





