Pasuruan (beritajatim.com) – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bangil Kabupaten Pasuruan kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat mutu pelayanan kesehatan masyarakat melalui penyelenggaraan Webinar Continuing Health Education (CHE) 3 bertema “Comprehensive Stroke Management”.
Kegiatan edukatif bertujuan untuk meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan sekaligus membagikan rekam jejak sukses penanganan pasien di wilayah Pasuruan. Langkah ini sekaligus menjadi momen apresiasi atas keberhasilan RSUD Bangil yang konsisten membangun sistem pelayanan medis yang cepat, tepat, dan terintegrasi.
“Melalui kegiatan ini kami ingin terus meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan agar pelayanan stroke semakin cepat, tepat, dan sesuai standar internasional. Penghargaan yang diraih menjadi motivasi bagi seluruh jajaran RSUD Bangil untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Direktur RSUD Bangil, dr. Dinar.
Dalam agenda webinar tersebut, RSUD Bangil memaparkan keberhasilan luar biasa meraih penghargaan internasional World Stroke Organization (WSO) Angels Awards “Excellent in Stroke Patient Care Platinum Status”. Pengakuan dunia internasional ini diraih berkat pemenuhan standar tinggi dalam tata laksana pelayanan pasien stroke.
Selain prestasi tingkat global, rumah sakit daerah ini juga sukses menyabet Penghargaan Kelompok Terbaik II untuk kategori Pelatihan Code Stroke di Rumah Sakit. Pencapaian ini membuktikan keandalan dan kesiapsiagaan tim medis RSUD Bangil dalam merespons kondisi darurat pasien secara terpadu.
“Melalui kegiatan edukatif ini, RSUD Bangil berharap kualitas layanan stroke di Kabupaten Pasuruan terus meningkat sehingga mampu menekan angka kecacatan dan kematian akibat stroke,” tuturnya. Dinar juga menegaskan bahwa penguatan kapasitas SDM menjadi kunci utama dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang semakin berkualitas bagi masyarakat luas.
Kegiatan pelatihan daring ini diikuti secara antusias oleh puluhan tenaga kesehatan, dokter, perawat, serta peserta dari berbagai fasilitas pelayanan kesehatan. Seluruh peserta mendapatkan materi medis secara komprehensif, mulai dari deteksi dini, tata laksana kegawatdaruratan Code Stroke, hingga tahapan rehabilitasi pasien.
Melalui transfer pengetahuan ini, RSUD Bangil bertekad untuk terus memperkuat sinergi dengan seluruh jaringan fasilitas kesehatan di Kabupaten Pasuruan. Diharapkan penanganan kasus kegawatdaruratan stroke di lapangan dapat dilakukan secara lebih sigap dan terstruktur demi keselamatan pasien. (ada/ian)




