Prabowo Tegaskan Kereta Api Bukan Mesin Profit, Tapi Instrumen Demokratisasi Ekonomi Rakyat

tvonenews.com
3 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com – Presiden Prabowo Subianto menegaskan, bahwa kereta api tidak boleh dipandang semata sebagai moda transportasi yang mengejar keuntungan.

Menurutnya, di tengah dorongan modernisasi dan kemajuan teknologi, fungsi utama perkeretaapian tetap harus berpihak kepada kepentingan rakyat, khususnya masyarakat berpenghasilan rendah.

Menurut dia, peran kereta api tidak pernah kehilangan relevansinya dalam kehidupan bangsa modern. Selain menjadi tulang punggung logistik yang efisien, moda transportasi berbasis rel itu juga memiliki fungsi sosial yang tidak bisa diabaikan.

“Saudara-saudara, kereta api menurut pendapat saya, terus memainkan peran yang signifikan dalam kehidupan bangsa yang modern. Kereta api adalah instrumen logistik yang ekonomis. Kereta api memberi manfaat kepada rakyat banyak, terutama rakyat yang berpenghasilan rendah. Kereta api adalah instrumen ekonomi rakyat. Kereta api adalah instrumen sesungguhnya daripada demokratisasi ekonomi,” ujar Prabowo, saat meresmikan revitalisasi Stasiun Semarang Tawang, Jawa Tengah, Kamis (30/7/2026).

Dia menekankan bahwa konsep pelayanan publik harus menjadi landasan utama pengembangan sektor perkeretaapian nasional. Karena itu, orientasi bisnis tidak boleh menggeser fungsi pelayanan kepada masyarakat.

“Kereta api harus melayani rakyat, sehingga di banyak negara kereta api itu dianggap public service, tidak semata-mata mengejar keuntungan, tetapi harus efisien,” tegasnya.

Prabowo juga mengingatkan agar pembangunan jaringan dan layanan kereta api tidak hanya berfokus pada kota-kota besar. Pemerintah, menurutnya, harus memastikan masyarakat di daerah dan kota-kota kecil tetap memperoleh akses transportasi yang memadai.

“Sehingga nanti ada kereta api yang diarahkan untuk membantu rakyat yang berpenghasilan rendah, sehingga kereta api juga harus melayani kota-kota kecil,” katanya.

Dalam kesempatan itu, dia menyoroti dilema yang kerap muncul dalam pengembangan transportasi modern, yakni keinginan menghadirkan kereta berkecepatan tinggi yang berpotensi mengurangi layanan bagi wilayah-wilayah kecil.

Karena itu, ia meminta PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyusun strategi pengembangan secara menyeluruh agar modernisasi tidak mengorbankan pemerataan pelayanan.

“Kadang-kadang dilema, ingin kereta api cepat, akhirnya kota-kota kecil tidak terlayani. Kereta Api Indonesia harus benar-benar berpikir utuh, komprehensif. Ya, kita mengejar modernisasi, kita mengejar teknologi, tapi ingat, teknologi, semua sarana, adalah untuk melayani rakyat,” pungkas dia. (agr/ree)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bantahan! Polda Sebut Putusan Praperadilan Tak Otomatis Buat Roy Suryo Berhak Ganti Rugi
• 1 jam lalukompas.tv
thumb
Menpar Widiyanti Apresiasi Astra Rawat Budaya Osing Lewat Program Desa Sejahtera Kemiren
• 18 jam laludisway.id
thumb
Indonesia Turunkan 2 Tim di Srikandi Merdeka Cup 2026: Mayoritas Hasil Pemantauan di HYDROPLUS Soccer League
• 16 jam lalubola.com
thumb
RI Sulit Capai Swasembada Energi, Produksi Migas Turun ke 580.000 Barel per Hari
• 8 jam laluidxchannel.com
thumb
Cegah Main Hakim Sendiri, Yusril Minta Polisi dan Ulama Turun Tangan
• 19 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.