Kemenperin Rilis 33 Kawasan Industri Baru dalam 3 Tahun, Investasi Rp 6.800 T

kumparan.com
3 jam lalu
Cover Berita

Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian (Kemenperin) telah menerbitkan Izin Usaha Kawasan Industri (IUKI) bagi 33 kawasan industri baru dalam 3 tahun terakhir. Hal ini mencatatkan realisasi investasi mencapai Rp 6.800 triliun.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan secara kumulatif, dengan penambahan tersebut, saat ini Indonesia telah memiliki 180 kawasan industri.

“Secara kumulatif, kawasan-kawasan tersebut telah mencatatkan realisasi investasi sebesar Rp 6.800 triliun dan menyerap 2,36 juta tenaga kerja,” kata Agus dalam Rapat Kerja Nasional XXV HKI di Jakarta, Kamis (30/7).

Meskipun demikian, Agus menilai ukuran keberhasilan pemerintah bukanlah berapa banyak kawasan industri yang berhasil dibangun, melainkan berapa besar tingkat okupansinya.

“Menambah kawasan tanpa mengisinya berarti pemerintah menambah pasokan, bukan menambah daya saing,” ujarnya.

Menurut Agus, kawasan industri saat ini tidak lagi sekadar berfungsi sebagai penyedia lahan atau pengelola utilitas. Hal ini dikarenakan investor tidak lagi hanya membeli lahan, tetapi juga mengharapkan kepastian proses investasi yang cepat dan efisien.

“Yang investor beli adalah waktu, berapa cepat sebuah komitmen investasi dapat berubah menjadi produksi, dan seberapa kecil ketidakpastian yang harus investor tanggung sepanjang perjalanan itu,” ungkapnya.

Karena itu, Agus menilai kawasan industri perlu bertransformasi menjadi ekosistem industri yang mampu berperan sebagai investment enabler, pusat rantai pasok, pusat inovasi, pusat pengembangan sumber daya manusia, sekaligus motor transisi menuju industri hijau.

Ia juga menyoroti perubahan lanskap ekonomi global. Menurutnya, fragmentasi perdagangan internasional, disrupsi rantai pasok, dan meningkatnya ketegangan geopolitik telah mendorong banyak perusahaan global merelokasi dan menata ulang basis produksinya. Hal ini, dinilai menjadi sebuah risiko baru bagi sebagian negara, tetapi menjadi peluang bagi Indonesia.

“Bagi Indonesia, ini adalah peluang untuk memperkuat posisi sebagai salah satu basis produksi manufaktur dunia,” ujarnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Survei SMRC, Elektabilitas Prabowo Drop Parah dalam 9 Bulan Terakhir
• 23 jam lalujpnn.com
thumb
Bursa Wall Street Rontok, Pasar Soroti Sikap The Fed Tahan Suku Bunga
• 11 jam lalukatadata.co.id
thumb
AC Milan Resmi Boyong Sankhoun Diawara dari Troyes
• 16 jam lalumedcom.id
thumb
RI-Albania perluas pasar kerja migran melalui Program SMK Go Global
• 2 jam laluantaranews.com
thumb
DPRD Jakarta Minta Trayek JakLingko Sepi Penumpang Dievaluasi
• 4 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.