Ekonom Beberkan 70% Tekanan Rupiah Bersumber dari Dalam Negeri

cnbcindonesia.com
3 jam lalu
Cover Berita
Foto: Petugas menjunjukkan mata uang Dolar Amerika Serikat (AS) dan Rupiah di VIP Money Changer, Jakarta, Kamis (25/9/2025). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Prabowo Subianto mendorong masyarakat untuk mengurangi penggunaan atap seng pada bangunan rumah. Hal ini merupakan program gentengisasi adalah program nasional gagasan Presiden Prabowo Subianto untuk mengganti atap rumah berbahan seng atau asbes dengan genteng

Selain faktor kesehatan, dia juga menekankan pentingnya menjaga estetika lingkungan demi memajukan sektor pariwisata.Hal ini diungkapkan saat meresmikan revitalisasi Stasiun Semarang Tawang di Semarang, Jawa Tengah, Kamis (30/7/2026).


"Estetika, keindahan harus kita pertahankan," kata Prabowo.

Baca: Restitusi & Belanja Subsidi Diproyeksi Bebani Defisit APBN di 2026

Dia mengatakan masyarakat Indonesia pada umumnya di masa lalu tidak menggunakan seng sebagai material atap rumah. Menurutnya masyarakat telah mengenal lama penggunaan genteng hingga bahan seperti ijuk.

Aslinya bangsa Indonesia tidak pakai seng. Kalau perlu kita kembali pakai ijuk, kembali pakai rumbai. Kalau tidak, kita harus cari. Rakyat kita dari dulu bisa bikin genteng kok. Genteng bukan teknologi baru, rakyat kita dari dulu pakai genteng," kata Prabowo.

Menurutnya, penggunaan seng memiliki kelemahan mudah berkarat. Dia khawatir adanya karat dan bahan kimia dari material bangunan dapat berdampak pada kesehatan masyarakat.

Baca: Restitusi & Belanja Subsidi Diproyeksi Bebani Defisit APBN di 2026

"Seng ini cepat berkarat, karat ini tidak baik untuk kesehatan. Begitu banyak nanti penyakit paru-paru tanpa kita sadari. Orang-orang muda sudah kena kanker paru-paru padahal dia enggak merokok. Dari mana? Ya dari karat, dari asbes, dari macam-macam kimiawi," katanya.

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga meminta kepala daerah dari level gubernur - walikota untuk memperhatikan pelestarian lingkungan dan kebersihan masing-masing daerah.

Dia menambahkan bahwa Indonesia harus membangun citra sebagai negara yang bersih, indah dan terawat. Serta tidak boleh ada lagi sampah berserakan maupun bangunan terbengkalai untuk meningkatkan daya tarik Indonesia di mata dunia.

"Tidak boleh ada sampah yang liar, tidak boleh ada gedung yang tidak terawat, tidak boleh ada karat di mana-mana. Kita harus rubah dan kita bisa rubah. Kita ciptakan Indonesia yang cemerlang, yang beautiful, yang indah. Kita ciptakan Indonesia yang menarik," katanya.


(chd/haa)
Saksikan video di bawah ini:
Video: Presiden Jerman Temui Prabowo di Istana Hari Ini

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pelaku TPPO Jual Bayi Gia Demi Uang Rp 20 Juta Tetapi Malah Dilepas, Ada Apa?
• 1 jam lalukompas.id
thumb
Petani Tembakau Tolak Aturan Baru, Sebut Pembatasan Nikotin dan Tar Bisa Ganggu Ekonomi Daerah
• 21 jam laludisway.id
thumb
Jaksa Limpahkan Lagi Perkara dr Tifa ke PN Jaktim, Sidang Mulai 6 Agustus
• 22 jam laludetik.com
thumb
Apkasi Minta Tak Ada Potongan TKD 2027 hingga Kepala Daerah Dapat Bantuan Khusus dari APBN
• 2 jam laluidxchannel.com
thumb
Dukung Percepatan Tanam di Bone, Polbangtan Kementan Terjunkan Mahasiswa Terapkan PM-AAS
• 9 jam laluterkini.id
Berhasil disimpan.