Kupang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Pemerintah Pusat terus mematangkan persiapan penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 dan Pekan Special Olympics Nasional (PESONAS) II Tahun 2026, dalam rapat yang digelar di Ruang Rapat Gubernur NTT, Kamis.
Rapat yang dipimpin Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma itu dihadiri Deputi Bidang Koordinasi Penguatan Karakter dan Jati Diri Bangsa Prof. Warsito, Asisten Deputi Pemberdayaan Pemuda dan Peningkatan Prestasi Bangsa Gatot Hendrarto, dan Analis Kebijakan Ahli Madya Suwito, dari Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK).
Sedangkan dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dihadiri Asisten Deputi Olahraga Layanan Khusus Ahmad Arsani, dan Analis Kebijakan Ahli Madya Jenal Arifin, serta Perwakilan Special Olympics Indonesia Amran Siregar, dan Koordinator TD Pesonas Hanu Resinurjati.
Sebelum pelaksanaan PON 2028, terlebih dahulu digelar PESONAS II yang akan dilaksanakan pada 13–18 Oktober 2026 di Kupang, ibu kota Provinsi NTT.
Johni Asadoma mengapresiasi kehadiran Kemenko PMK dan Kemenpora sebagai bentuk nyata komitmen Pemerintah Pusat dalam mendukung penyelenggaraan dua ajang olahraga nasional di NTT.
Baca juga: Ketum KONI sebut tim koordinatif tengah kaji persiapan teknis PON 2028
"Kepercayaan yang diberikan kepada NTT sebagai tuan rumah bersama PON XXII Tahun 2028 merupakan amanah besar yang harus dipersiapkan secara matang, sementara penyelenggaraan PESONAS II Tahun 2026 menjadi momentum memperkuat olahraga yang inklusif dengan memberikan ruang dan kesempatan yang setara bagi atlet penyandang disabilitas intelektual untuk berprestasi," kata Johni.
"PON Tahun 2028 dan PESONAS 2026 bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga momentum untuk mempercepat pembangunan sumber daya manusia, memperkuat persatuan bangsa, serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan pembangunan daerah," tambah Johni.
Ia menegaskan keberhasilan penyelenggaraan kedua ajang itu hanya dapat diwujudkan melalui kolaborasi erat antara Pemerintah, Pemerintah Daerah, KONI, NPC Indonesia, Special Olympics Indonesia, dan seluruh pemangku kepentingan.
"Tentunya sebagai tuan rumah, kami akan berjuang keras untuk mencapai lima sukses yang telah ditetapkan, yaitu sukses prestasi, sukses penyelenggaraan, sukses administrasi, sukses ekonomi, dan sukses pariwisata," kata Johni.
Baca juga: PON 2028 jadikan Sumba Timur etalase sport tourism
Rapat Koordinasi Persiapan PON XXII 2028 dan PESONAS II 2026 kembali digelar di Ruang Rapat Gubernur NTT, Kamis (30/7/2026). (ANTARA/HO/Humas Pemprov NTT) Sementara itu, Warsito mengatakan penetapan NTT sebagai tuan rumah merupakan amanah dan kehormatan yang harus didukung bersama.
Oleh karena itu, Kemenko PMK akan terus menjalankan fungsi koordinasi, sinkronisasi, dan pengendalian bersama Kemenpora serta kementerian/lembaga terkait untuk memastikan seluruh tahapan persiapan berjalan sesuai rencana.
"Khusus untuk PESONAS, Pemerintah Pusat juga berkomitmen mendukung penyelenggaraan olahraga yang inklusif sebagai wadah pembinaan atlet penyandang disabilitas intelektual menuju ajang internasional," kata Warsito.
Warsito menegaskan pemerintah akan terus mengawal proses persiapan melalui koordinasi lintas kementerian, termasuk dengan Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Perhubungan, serta kementerian dan lembaga terkait lainnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya tata kelola penyelenggaraan yang transparan, perencanaan yang matang, pemanfaatan venue pasca-penyelenggaraan, serta mitigasi risiko agar PON 2028 dan PESONAS II Tahun 2026 tidak hanya sukses sebagai ajang olahraga, tapi juga meninggalkan manfaat jangka panjang bagi pembangunan olahraga dan masyarakat Nusa Tenggara Timur.
Baca juga: Menpora pastikan PON 2028 digelar di tiga provinsi
Sedangkan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi NTT Alfons Theodorus memaparkan perkembangan kesiapan NTT sebagai tuan rumah PON XXII 2028.
Ia menjelaskan bahwa berbagai langkah strategis telah dilakukan, mulai dari penguatan regulasi, pembentukan Satuan Tugas (Satgas) PON, hingga penetapan desain olahraga daerah sebagai landasan pembinaan olahraga di NTT.
Penyelenggaraan PON XXII di wilayah NTT akan melibatkan sejumlah kabupaten/kota dengan pembagian cabang olahraga yang disesuaikan dengan potensi dan karakteristik daerah.
Pemerintah Provinsi juga telah mengidentifikasi kebutuhan venue, akomodasi, fasilitas kesehatan, transportasi, dan dukungan infrastruktur lainnya.
"Seluruh persiapan tersebut menunjukkan komitmen Pemerintah Provinsi NTT untuk menghadirkan penyelenggaraan PON XXII 2028 yang profesional, berkelas, dan memberikan warisan pembangunan yang berkelanjutan bagi masyarakat," kata Alfons.
Baca juga: KN Pordasi: Sumba potensi besar wisata olahraga berkuda
Rapat yang dipimpin Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma itu dihadiri Deputi Bidang Koordinasi Penguatan Karakter dan Jati Diri Bangsa Prof. Warsito, Asisten Deputi Pemberdayaan Pemuda dan Peningkatan Prestasi Bangsa Gatot Hendrarto, dan Analis Kebijakan Ahli Madya Suwito, dari Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK).
Sedangkan dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dihadiri Asisten Deputi Olahraga Layanan Khusus Ahmad Arsani, dan Analis Kebijakan Ahli Madya Jenal Arifin, serta Perwakilan Special Olympics Indonesia Amran Siregar, dan Koordinator TD Pesonas Hanu Resinurjati.
Sebelum pelaksanaan PON 2028, terlebih dahulu digelar PESONAS II yang akan dilaksanakan pada 13–18 Oktober 2026 di Kupang, ibu kota Provinsi NTT.
Johni Asadoma mengapresiasi kehadiran Kemenko PMK dan Kemenpora sebagai bentuk nyata komitmen Pemerintah Pusat dalam mendukung penyelenggaraan dua ajang olahraga nasional di NTT.
Baca juga: Ketum KONI sebut tim koordinatif tengah kaji persiapan teknis PON 2028
"Kepercayaan yang diberikan kepada NTT sebagai tuan rumah bersama PON XXII Tahun 2028 merupakan amanah besar yang harus dipersiapkan secara matang, sementara penyelenggaraan PESONAS II Tahun 2026 menjadi momentum memperkuat olahraga yang inklusif dengan memberikan ruang dan kesempatan yang setara bagi atlet penyandang disabilitas intelektual untuk berprestasi," kata Johni.
"PON Tahun 2028 dan PESONAS 2026 bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga momentum untuk mempercepat pembangunan sumber daya manusia, memperkuat persatuan bangsa, serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan pembangunan daerah," tambah Johni.
Ia menegaskan keberhasilan penyelenggaraan kedua ajang itu hanya dapat diwujudkan melalui kolaborasi erat antara Pemerintah, Pemerintah Daerah, KONI, NPC Indonesia, Special Olympics Indonesia, dan seluruh pemangku kepentingan.
"Tentunya sebagai tuan rumah, kami akan berjuang keras untuk mencapai lima sukses yang telah ditetapkan, yaitu sukses prestasi, sukses penyelenggaraan, sukses administrasi, sukses ekonomi, dan sukses pariwisata," kata Johni.
Baca juga: PON 2028 jadikan Sumba Timur etalase sport tourism
Rapat Koordinasi Persiapan PON XXII 2028 dan PESONAS II 2026 kembali digelar di Ruang Rapat Gubernur NTT, Kamis (30/7/2026). (ANTARA/HO/Humas Pemprov NTT) Sementara itu, Warsito mengatakan penetapan NTT sebagai tuan rumah merupakan amanah dan kehormatan yang harus didukung bersama.
Oleh karena itu, Kemenko PMK akan terus menjalankan fungsi koordinasi, sinkronisasi, dan pengendalian bersama Kemenpora serta kementerian/lembaga terkait untuk memastikan seluruh tahapan persiapan berjalan sesuai rencana.
"Khusus untuk PESONAS, Pemerintah Pusat juga berkomitmen mendukung penyelenggaraan olahraga yang inklusif sebagai wadah pembinaan atlet penyandang disabilitas intelektual menuju ajang internasional," kata Warsito.
Warsito menegaskan pemerintah akan terus mengawal proses persiapan melalui koordinasi lintas kementerian, termasuk dengan Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Perhubungan, serta kementerian dan lembaga terkait lainnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya tata kelola penyelenggaraan yang transparan, perencanaan yang matang, pemanfaatan venue pasca-penyelenggaraan, serta mitigasi risiko agar PON 2028 dan PESONAS II Tahun 2026 tidak hanya sukses sebagai ajang olahraga, tapi juga meninggalkan manfaat jangka panjang bagi pembangunan olahraga dan masyarakat Nusa Tenggara Timur.
Baca juga: Menpora pastikan PON 2028 digelar di tiga provinsi
Sedangkan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi NTT Alfons Theodorus memaparkan perkembangan kesiapan NTT sebagai tuan rumah PON XXII 2028.
Ia menjelaskan bahwa berbagai langkah strategis telah dilakukan, mulai dari penguatan regulasi, pembentukan Satuan Tugas (Satgas) PON, hingga penetapan desain olahraga daerah sebagai landasan pembinaan olahraga di NTT.
Penyelenggaraan PON XXII di wilayah NTT akan melibatkan sejumlah kabupaten/kota dengan pembagian cabang olahraga yang disesuaikan dengan potensi dan karakteristik daerah.
Pemerintah Provinsi juga telah mengidentifikasi kebutuhan venue, akomodasi, fasilitas kesehatan, transportasi, dan dukungan infrastruktur lainnya.
"Seluruh persiapan tersebut menunjukkan komitmen Pemerintah Provinsi NTT untuk menghadirkan penyelenggaraan PON XXII 2028 yang profesional, berkelas, dan memberikan warisan pembangunan yang berkelanjutan bagi masyarakat," kata Alfons.
Baca juga: KN Pordasi: Sumba potensi besar wisata olahraga berkuda





