Kejagung Respons soal Kematian Sumitro, Tolak Berkomentar

kompas.com
3 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Kejaksaan Agung (Kejagung) akhirnya buka suara terkait kasus kematian seorang pria bernama Sutrimo di Mordent Aesthetic Clinic, Jalan Kramat Pela VII, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Koordinator Tim 9 sekaligus Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan (Jamwas) Rudi Margono mengatakan, Kejagung tidak ingin berkomentar jauh terkait hal tersebut.

“Terima kasih. Sebelumnya kami mohon maaf, kami tidak menangani masalah tersebut. Sehingga kita tidak memberikan komentar,” ucap Rudi dalam jumpa pers di Kejagung, Jakarta, Kamis (30/7/2026).

Baca juga: Ungkap Misteri Kematian Sutrimo, Polisi Periksa Saksi dan Sampel di Lab Forensik

Adapun jasad Sutrimo langsung dibawa ke Banyumas, Jawa Tengah setelah dinyatakan meninggal dunia oleh dokter di Rumah Sakit Muhammadiyah Taman Puring, Kamis (23/7/2026).

Tim legal RS Muhammadiyah Taman Puring, Ahmad mengatakan, tak ditemukan tanda bekas kekerasan di tubuh Sutrimo. Oleh karena itu, jasadnya tidak diotopsi.

“Jadi tim medis kami sudah melakukan pemeriksaan EKG dan dinyatakan memang hasilnya flat, datar. Jadi ya memang sudah meninggal pada saat pasien sudah datang. Dan tidak dilakukan tindakan medis apa pun karena sudah meninggal,” jelas Ahmad saat ditemui di rumah sakit, Senin (27/7/2026).

Baca juga: Kematian Sutrimo Masih Misterius, Apa yang Sedang Diselidiki Polisi?

Dalam berita acara, penanggung jawab atas nama Febrio Adiono hanya menuliskan data singkat terkait Sutrimo.

“Mereka kami tanya pun tidak memberikan informasi yang jelas, hanya mengantarkan dan isi berita acara atas nama Febrio Adiono,” kata dia.

Baca juga: Sepekan Kematian Sutrimo, Misteri 4 Pengantar hingga Rekaman CCTV Masih Jadi Teka-teki

Sementara itu, tetangga di kampung halamannya di Desa Wlahar Wetan, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, tidak mengetahui secara pasti pekerjaan Sutrimo.

Warga hanya mengetahui Sutrimo ikut bekerja dengan seorang petinggi Kejaksaan, namun tidak diketahui namanya.

“Kerja ikut bos Kejaksaan, tunggu rumah. Dia di perantauan dari dulu," ucap pria yang enggan menyebutkan namanya itu kepada Kompas.com, di Banyuwangi, Selasa (28/7/2026).

Baca juga: Dokter Tak Temukan Busa Saat Sutrimo Tiba di Rumah Sakit Berbalut Selimut Biru

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Ia mengatakan, Sutrimo telah merantau di Jakarta sejak puluhan tahun lalu.

"Sudah lama banget, sejak sebelum menikah. Tapi sekarang sudah cerai dengan istrinya," kata dia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
"The Odyssey": Menavigasi Perekonomian Indonesia dengan BI Rate
• 10 jam lalukumparan.com
thumb
KPK Catat 12 OTT dan Pulihkan Aset Rp229,81 Miliar pada Semester I 2026
• 3 jam laludetik.com
thumb
Mendagri Minta Kepala Daerah Kreatif Dongkrak PAD Tanpa Tambah Beban Masyarakat
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Pemerintah Singapura Gelontorkan Bansos, Warga Dapat Rp 4 Juta untuk Belanja
• 15 jam lalukumparan.com
thumb
IHSG menguat dipicu "risk on" pasar seiring The Fed tahan suku bunga
• 15 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.