KPK merespons soal penyimpanan aset saat ini terus berkembang yang salah satunya adalah kripto. KPK telah memberangkatkan pegawainya untuk belajar kripto.
"Kami sudah banyak memberangkatkan atau memberikan pendidikan, memberikan kesempatan khususnya di Kedeputian Penindakan, kemudian di Kedeputian Informasi dan Data, serta kedeputian atau unit kerja yang lain untuk mengikuti pelatihan," kata Ketua KPK Setyo Budiyanto dalam konferensi pers capaian kinerja KPK semester I tahun 2026 di gedung KPK, Jakarta Selatan, Kamis (30/7/2026).
Pelatihan itu levelnya singkat hingga menengah untuk memahami perubahan di sektor jasa keuangan. Setyo menyebut perkara yang diusut KPK banyak yang cara penyimpanan uangnya menggunakan cara baru.
"Karena seringkali bahwa ada beberapa perkara yang kemudian cara menyimpan aset, cara menyimpan uang tidak lagi dilakukan secara konvensional ya," ucap dia.
"Tidak lagi dilakukan model-model penyimpanan baik itu di safe deposit box atau kemudian secara perbankan atau sektor jasa keuangan, tapi menggunakan cara-cara baru melalui kripto," tambahnya.
Dengan adanya pelatihan itu, diharapkan penyidik KPK tidak ketinggalan dalam pengusutan sebuah perkara. Termasuk dalam mengusut aset-aset digital seperti kripto.
"Harapannya dengan pemahaman, dengan pengertian, ini tidak ketinggalan ya. Di Kedeputian Penindakan semua itu tidak ketinggalan manakala menghadapi atau menyikapi perkara-perkara yang ada berkaitan dengan hal tersebut," tersebut.
Simak Video 'Pesan KPK Setelah Stafnya Jadi Tersangka Korupsi':
(azh/azh)





