Beijing: Korban tewas akibat tanah longsor di barat daya Tiongkok awal bulan ini meningkat menjadi 51, dengan 10 orang masih hilang.
Pihak berwenang Tiongkok pada Kamis 30 Juli mengatakan, longsor yang terjadi pada 17 Juli di Kabupaten Pengshui, Chongqing, menyapu beberapa bangunan tempat tinggal di kaki gunung dan di sepanjang tepi sungai.
Baca Juga :
Longsor di Tiongkok, 21 Orang Dilaporkan TewasRekaman media pemerintah menunjukkan tumpukan besar batu dan tanah yang runtuh ke jalan perumahan dan komersial, dengan petugas penyelamat dikerahkan ke lokasi kejadian.
"Saat ini 51 orang telah ditemukan dan dipastikan meninggal, dan 10 orang masih hilang," kata pejabat Pengshui di media sosial pada Kamis malam, seperti dikutip dari Channel News Asia, Jumat 31 Juli 2026.
"Dalam bencana ini, total lebih dari 1.100 orang telah dievakuasi dengan selamat," kata mereka, menambahkan bahwa 10 orang telah diselamatkan, termasuk tiga orang yang sempat dirawat di rumah sakit.
Operasi pencarian dan penyelamatan besar-besaran telah berlangsung sejak bencana tersebut, melibatkan lebih dari 1.080 personel penyelamat, menurut pernyataan tersebut.
Para penyelamat menghadapi tantangan serius selama operasi 325 jam tersebut, termasuk bebatuan besar, perubahan ketinggian, ruang sempit, dan suhu tinggi.
Para penyelam dan robot bawah air juga menyisir sungai di dekatnya, sementara bebatuan diledakkan dan lebih dari 330.000 meter kubik material digali, tambahnya.
Para penyelamat sebelumnya telah memperingatkan pekan lalu bahwa tidak ada lagi tanda-tanda kehidupan di daerah tersebut.
"Upaya untuk mendukung dan menghibur keluarga korban, memberikan bantuan dan pertolongan, serta menangani pemukiman kembali dan pengaturan pasca-bencana berjalan dengan tertib," tambah pihak berwenang.
Bencana tersebut terjadi kurang dari dua minggu setelah tanah longsor lain di provinsi Gansu barat laut yang mengubur 33 orang dan menewaskan 21 orang.




