Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti meluncurkan lebih dari 5,5 juta buku bacaan bermutu untuk jenjang SD dan SMP di gedung PT Pura Barutama, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Jumat (31/7).
Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan budaya membaca dan memperkuat literasi di Indonesia.
Abdul Mu'ti mengatakan distribusi buku tersebut bertujuan memperkuat literasi sekaligus mewujudkan pendidikan bermutu bagi seluruh anak Indonesia. Ia menyinggung data lama UNESCO yang menyebut tingkat minat baca anak Indonesia berada pada angka 0,001.
Tiga Langkah Tingkatkan LiterasiMenurutnya, literasi dan numerasi merupakan fondasi penting bagi perkembangan anak. Karena itu, budaya membaca perlu ditanamkan sejak usia dini.
Ia menyebut ada tiga langkah utama untuk meningkatkan literasi dan numerasi. Pertama, menumbuhkan minat baca dengan mengenalkan buku kepada anak sejak dini.
"Sejak dini minimal anak-anak harus memegang buku. Bisa dimulai dari buku yang lebih banyak gambar dengan sedikit teks," ujarnya.
Kedua, membiasakan anak membaca sejak taman kanak-kanak melalui kegiatan yang mengedepankan bermain sambil mengenal huruf.
"Selanjutnya harus didukung dengan ketersediaan bahan bacaan yang memadai," lanjutnya.
Ketiga, pembelajaran perlu diperkuat melalui pendekatan *deep learning* dengan menitikberatkan pada kualitas materi, bukan banyaknya konten yang dipelajari.
"Anak-anak diberi tugas bukan hanya menjawab soal, tetapi juga membaca buku atau menulis sederhana. Selain itu, proses pembelajaran harus berlangsung secara menyenangkan," katanya.
Sejalan AstacitaSementara itu, Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Hafidz Muksin, mengatakan peluncuran jutaan buku tersebut menjadi bagian dari upaya mewujudkan amanat UUD 1945, yakni mencerdaskan kehidupan bangsa.
"Hal ini sejalan dengan visi dan misi Kemendikdasmen untuk mewujudkan pendidikan bermutu sekaligus mendukung Astacita Presiden Prabowo Subianto," ujarnya.
Hafidz menjelaskan peningkatan literasi merupakan salah satu tugas utama Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. Upaya tersebut dilakukan melalui penyusunan bahan bacaan bermutu, pencetakan buku, serta pendampingan dan pemanfaatan buku bacaan di sekolah.
"Kami menyusun bahan bacaan bermutu, mencetak buku bermutu, serta melakukan pendampingan dalam pemanfaatannya," katanya.
Anggaran Rp 40 MiliarBerdasarkan data Kemendikdasmen, sebanyak 5.538.300 eksemplar buku bacaan bermutu akan didistribusikan, terdiri atas 3.688.800 eksemplar untuk SD dan 1.849.500 eksemplar untuk SMP. Program tersebut memiliki anggaran sebesar Rp 40.657.715.000.
Buku-buku itu akan disalurkan ke 18.444 SD dan 6.165 SMP di seluruh Indonesia. Setiap SD akan menerima 200 buku yang terdiri atas 100 judul dengan masing-masing dua eksemplar. Sementara setiap SMP akan menerima 300 buku yang terdiri atas 100 judul dengan masing-masing tiga eksemplar.
"Pemanfaatan buku bacaan bermutu ini semoga dari hulu hingga hilir dapat memberikan manfaat yang nyata," ujar Hafidz.
Generasi CerdasPresiden Direktur PT Pura Barutama, Bambang Handoko, menyampaikan apresiasinya atas peluncuran program tersebut. Menurutnya, distribusi jutaan buku menjadi langkah nyata dalam membangun generasi yang cerdas, kreatif, dan berdaya saing.
"Membaca merupakan fondasi untuk membangun budaya yang cerdas, kreatif, dan berdaya saing. Semoga manfaat membaca dapat dirasakan hingga ke pelosok sekolah," katanya.
PT Pura Barutama (sering dikenal sebagai Pura Group) adalah salah satu konglomerat industri manufaktur swasta terbesar di Indonesia yang berpusat di Kudus.





