Pantau - PT Astra Agro Lestari Tbk menerapkan penggunaan pupuk hayati di perkebunan kelapa sawit sebagai upaya mengurangi emisi karbon sekaligus meningkatkan keberlanjutan dan kesehatan tanah.
Plant Breeding Expert PT Astra Agro Lestari Ardha Apriyanto mengungkapkan, “Selain untuk keberlanjutan (menggantikan pupuk anorganik dengan pupuk hayati), ini juga mengurangi emisi karbon dan membuat tanah menjadi lebih sehat.”
Penggunaan Pupuk Kimia DikurangiAstra Agro mengembangkan pupuk hayati astemic untuk mendukung efisiensi dan keberlanjutan ekologis melalui pengurangan penggunaan pupuk kimia hingga 25 persen.
Pengurangan pupuk anorganik tersebut disebut berkontribusi terhadap penurunan emisi gas rumah kaca sekaligus menjaga kestabilan hasil panen.
Ardha mengatakan, “Jadi bayangkan, di tempat kami itu bisa 10 ribu ton pupuk NPK atau pupuk anorganik yang dikurangi dan digantikan dengan pupuk hayati — yang nilainya juga sangat besar.”
Ia juga mengungkapkan, “Kami menggunakan pupuk hayati untuk membuat mikroba-mikroba tanah tersebut mempermudah tanaman menyerap nutrisi.”
Target Keberlanjutan hingga 2027Astra Agro menargetkan pada 2027 dapat memaksimalkan penyerapan hara yang terakumulasi untuk menjaga produktivitas tanaman menjelang masa replanting.
Direktur Operasional Area Kalimantan Tengah Astra Agro Hubbal Khoir Sembiring mengatakan, “Bagi Astra Agro, sustainability harus hadir dalam setiap proses operasional. Kami mengkombinasikan people, plant, dan planet tentang bagaimana perusahaan mengembangkan manusianya, menjaga produktivitas tanaman, sekaligus memastikan lingkungan tetap terpelihara. Semua itu harus dijalankan dengan GCG (Good Corporate Governance) sebagai fondasi agar setiap proses bisnis berlangsung secara bertanggung jawab dan berkelanjutan.”
Perusahaan menyatakan penerapan pupuk hayati menjadi bagian dari strategi keberlanjutan untuk menjaga produktivitas perkebunan sekaligus menekan dampak lingkungan.




