Antisipasi Krisis Listrik Sumatera, Operasional PLTA Batang Toru Dipercepat

idxchannel.com
5 jam lalu
Cover Berita

Seperti diketahui, lima menara transmisi yang roboh akibat bencana hidrologi pada November 2025 masih menyisakan tantangan bagi sistem kelistrikan Sumatera.

Antisipasi Krisis Listrik Sumatera, Operasional PLTA Batang Toru Dipercepat. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel - Pemerintah mempercepat pengoperasian PLTA Batang Toru berkapasitas 510 megawatt agar dapat segera terhubung dengan jaringan Sumatera.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot mengatakan PLTA yang dikembangkan PT North Sumatera Hydro Energy (NSHE) itu akan sangat krusial untuk memperkuat keandalan pasokan listrik di Sumatera.

Baca Juga:
Dorong Industri Otomotif RI, Menperin: Insentif EV Hanya untuk Mobil dan Motor Listrik Nasional

Seperti diketahui, lima menara transmisi yang roboh akibat bencana hidrologi pada November 2025 masih menyisakan tantangan bagi sistem kelistrikan Sumatera.

"Ini merupakan upaya percepatan kita untuk penyediaan dan keandalan energi secara nasional. Khususnya, kondisi energi di wilayah Sumatera cukup kritis sehingga kita memerlukan antisipasi. Dengan keterbatasan ketersediaan energi primer yang lain, kita sudah memiliki PLTA Batang Toru yang bisa on-grid," ujar Yuliot dalam keterangan tertulis, Jumat (31/7/20276).

Baca Juga:
Chery Q Jadi Sorotan di GIIAS 2026, Mobil Listrik Mini yang Mampu Taklukkan Tanjakan

Urgensi pengoperasian pembangkit semakin meningkat setelah bencana hidrologi pada November 2025 merobohkan lima menara transmisi dan merusak infrastruktur pendukung jaringan kelistrikan. Kementerian ESDM kini mengawal proses pemulihan yang masih berada pada tahap perancangan menara dan struktur pondasi.

"Pembangunan kembali jalur transmisi ini dilakukan secara terakselerasi agar energi listrik dari PLTA Batang Toru dapat disalurkan dengan optimal ke dalam jaringan transmisi Sumatera," kata Yuliot.

Baca Juga:
3 Mobil Listrik Ini Curi Perhatian Pengunjung di GIIAS 2026, Intip Spesifikasinya

Selain kendala transmisi, proyek ini juga sempat terhambat perizinan dan administrasi. Kepastian kelanjutan diperoleh setelah Menteri Lingkungan Hidup mencabut sanksi administratif melalui Keputusan Nomor 1444 Tahun 2026 pada 16 Maret 2026, disusul persetujuan untuk melanjutkan konstruksi. Saat ini, proses administrasi berjalan paralel dengan uji teknis pembangkit yang memerlukan genangan air.

"Testing yang dilakukan ini namanya PLTA kan harus ada genangan. Kalau tidak ada genangan, testing tidak bisa kita lakukan. Berarti antara penyelesaian administratif dan juga pelaksanaan testing itu kita lakukan secara paralel," kata Yuliot.

Pengoperasian pembangkit juga diharapkan mendukung target bauran Energi Baru Terbarukan nasional yang saat ini berada pada kisaran 16 hingga 17 persen dan ditargetkan mencapai 21 persen pada akhir 2026.

"Jika kita tidak melakukan percepatan-percepatan, maka target bauran energi 21 persen tidak akan tercapai hingga akhir tahun," ujarnya.

PLTA Batang Toru berada di area seluas 650 hektare di Kabupaten Tapanuli Selatan. Proyek berkapasitas 510 megawatt ini dikembangkan PT North Sumatera Hydro Energy dengan Sinohydro Corporation Limited sebagai kontraktor. Pembangunannya dimulai pada 1 September 2017 dengan investasi Rp21,6 triliun yang bersumber dari penanaman modal asing.

(NIA DEVIYANA)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Polri dan Kemenhut Konsolidasi Perkuat Mitigasi Hadapi El Nino dan Karhutla
• 13 jam laludetik.com
thumb
Muradi Luncurkan Buku Pidana Politik, Ingatkan Elite Soal Kriminalisasi Lewat Pasal Pinggiran
• 17 jam lalujpnn.com
thumb
Inter Ikat Bisseck Hingga 2031
• 11 jam lalumedcom.id
thumb
Pemilik Warung di Lokasi Dugaan Pungli Oknum Dishub Bekasi Buka Suara soal Petugas yang Viral
• 21 menit lalukompas.com
thumb
Pemkab Jayawijaya Pasang 41 Kamera Pengawasan untuk Pantau ASN dan Ruang Publik
• 15 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.