PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk buka suara mengenai kabar konsolidasi yang melibatkan Pelita Air.
Dalam keterbukaan informasi yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (31/7), manajemen Garuda menjelaskan konsolidasi maskapai pelat merah Pelita Air dengan Garuda Indonesia ada di tahap kajian.
Adapun kajian mencakup berbagai aspek, mulai dari arah strategis, bentuk dan struktur transaksi, tahapan pelaksanaan, jangka waktu, hingga mekanisme implementasi.
"Rencana aksi korporasi dimaksud saat ini berada dalam tahap kajian dan pembahasan secara intensif bersama pemegang saham dan pihak-pihak terkait, sesuai dengan kewenangan masing-masing," tulis manajemen Garuda.
Manajemen Garuda menyampaikan penetapan waktu efektif pelaksanaan konsolidasi masih menjadi bagian dari keseluruhan kajian.
Selama proses berlangsung, perusahaan mengaku terus berkoordinasi secara intensif dengan pemegang saham dan para pemangku kepentingan guna memastikan setiap aksi korporasi yang diambil bisa memperkuat ekosistem bisnis Garuda Indonesia Group.
Perseroan menegaskan bakal menyampaikan perkembangan lebih lanjut apabila telah memenuhi kriteria sebagai informasi atau fakta material sesuai ketentuan pasar modal.
Terkait struktur kepemilikan Pelita Air setelah konsolidasi, Garuda juga menyebut belum dapat memberikan rincian. Menurut perusahaan, struktur kepemilikan maupun perubahan entitas anak baru akan ditetapkan setelah bentuk dan struktur transaksi disepakati melalui mekanisme persetujuan yang berlaku.
"Setiap perubahan akan disampaikan kepada publik sesuai dengan kewajiban keterbukaan informasi Perseroan," tulis manajemen.
Lebih lanjut, Garuda juga belum bisa memaparkan dampak finansial dari rencana aksi konsolidasi. Analisis mengenai pengaruh konsolidasi terhadap operasional maupun kinerja keuangan masih menjadi bagian dari kajian menyeluruh yang sedang dilakukan.
Perusahaan menyebut kontribusi keuangan Pelita Air kepada Garuda maupun periode laporan keuangan yang akan mencerminkan proses konsolidasi juga belum dapat dipastikan. Hal ini masih bergantung pada bentuk transaksi, waktu efektif pelaksanaan, serta perlakuan akuntansi sesuai standar yang berlaku.
Sebelumnya, Danantara bersama Badan Pengelola (BP) BUMN mempercepat konsolidasi maskapai pelat merah dengan menjadikan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk sebagai holding maskapai BUMN.
Dalam skema holding, Pelita Air bakal bergabung ke Garuda Group untuk memperkuat daya saing industri penerbangan nasional. Hal ini dibahas dalam pertemuan Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, dengan jajaran direksi Pelita Air pada Kamis (23/7).
"Garuda Indonesia nanti akan menjadi holding maskapai kita. Pelita akan menjadi bagian dari Garuda Indonesia. Dengan konsolidasi ini, perusahaan-perusahaan tersebut akan memiliki kemampuan yang lebih kuat untuk bersaing dan menguasai pasar," ujar Dony melalui keterangan resminya Jumat (24/7).





