HARIAN.FAJAR.CO.ID, SIDRAP – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Hasanuddin menggelar program edukasi komunikasi santun dan percaya diri bagi siswa SD Negeri 2 Belawae, Kabupaten Sidenreng Rappang, pada Jumat, 24 Juli 2026. Program ini bertujuan menanamkan keterampilan komunikasi sejak dini agar anak-anak mampu berinteraksi dengan baik di lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat.
Amelya Dasir, mahasiswa Ilmu Komunikasi Unhas yang menjadi pelaksana program kerja individu bertajuk “Aku Berani Bicara! Edukasi Komunikasi Santun dan Percaya Diri Sejak Dini bagi Siswa Sekolah Dasar,” menyampaikan materi secara interaktif. Kegiatan meliputi presentasi, sesi tanya jawab, permainan edukatif, dan praktik berbicara di depan kelas untuk melatih rasa percaya diri siswa kelas I hingga V.
Amelya Dasir menegaskan bahwa keterampilan komunikasi merupakan dasar penting yang harus dibangun sejak usia sekolah agar anak-anak dapat berani menyampaikan pendapat dan menghargai orang lain dalam kehidupan sehari-hari.
“Saya berharap melalui kegiatan ini adik-adik dapat memahami pentingnya komunikasi yang santun, berani mengemukakan pendapat dengan percaya diri, serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari,” katanya saat ditemui usai kegiatan.
Guru SD Negeri 2 Belawae, Rosmini, S.Pd., mengapresiasi pelaksanaan program tersebut. Ia menilai edukasi ini memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus melatih keberanian siswa untuk tampil di depan kelas.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan mahasiswa KKN Unhas. Anak-anak terlihat sangat antusias mengikuti materi dan berani mempraktikkannya di depan kelas. Hal ini menunjukkan mereka mulai memahami pentingnya berkomunikasi dengan baik dan percaya diri. Kami berharap ke depan semakin banyak mahasiswa KKN yang hadir untuk memberikan edukasi positif seperti ini kepada siswa,” jelasnya.
Lebih lanjut, sebagai upaya keberlanjutan, mahasiswa juga akan menyerahkan Modul Panduan Edukasi Komunikasi Santun dan Percaya Diri kepada pihak sekolah sebagai media pembelajaran yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan. Dengan demikian, siswa diharapkan semakin terbiasa berkomunikasi santun dan percaya diri dalam berbagai aspek kehidupan mereka.





