Elon Musk Bantah Akan Jual Bisnis Tesla di China

idxchannel.com
5 jam lalu
Cover Berita

CEO Tesla, Elon Musk, membantah laporan yang mengklaim bahwa produsen kendaraan listrik (EV) tersebut sedang menjajaki pemisahan atau penjualan.

Elon Musk Bantah Akan Jual Bisnis Tesla di China. (Foto: US Air Force)

IDXChannel - CEO Tesla, Elon Musk, membantah laporan yang mengklaim bahwa produsen kendaraan listrik (EV) tersebut sedang menjajaki pemisahan atau penjualan bisnisnya di China.

Dilansir dari The Information pada Jumat (31/7/2026), Wall Street Journal sebelumnya melaporkan bahwa Musk mempertimbangkan hal tersebut untuk memperlancar rencana merger antara Tesla dan perusahaan roket SpaceX yang juga dipimpinnya.

Baca Juga:
Tesla dan BYD Bersaing Ketat di Eropa, Penjualan Melonjak 150 Persen

"Itu adalah berita palsu," kata Musk di platform media sosial X.

Wall Street Journal melaporkan bahwa para eksekutif Tesla sedang mengevaluasi beberapa opsi untuk bisnis di China termasuk pemisahan, penjualan, atau bahkan penutupan, meskipun belum ada keputusan akhir yang dibuat.

Baca Juga:
Laba Tesla Capai Rp19 Triliun pada Kuartal II-2026, Lebih Lemah dari Ekspektasi

Musk belum mengumumkan secara terbuka rencana merger Tesla dengan SpaceX. Namun, pernyataannya baru-baru ini tentang tumpang tindih operasional yang semakin meningkat antara kedua perusahaan telah memicu spekulasi tentang kemungkinan penggabungan.

Karena SpaceX kerap berbisnis dengan pemerintah AS, terutama di sektor pertahanan. Penggabungannya dengan Tesla, yang memiliki bisnis besar di China, mungkin akan rumit.

Baca Juga:
Tesla Pertimbangkan Jual Bisnis di China di Tengah Spekulasi Merger dengan SpaceX

Laporan tersebut menambahkan bahwa para eksekutif Tesla juga menjajaki pengembangan sistem yang terpisah, guna membatasi akses karyawan yang berbasis di China ke operasi global Tesla.

Gigafactory Tesla di Shanghai, fasilitas produksi terbesar perusahaan, memiliki kapasitas produksi tahunan lebih dari 950.000 kendaraan.

Pabrik tersebut mengekspor kendaraan ke sejumlah pasar internasional termasuk Eropa, Kanada, dan Australia

China adalah pasar terbesar kedua Tesla setelah AS, meskipun persaingan dari produsen kendaraan listrik domestik seperti BYD semakin intensif.

Tesla juga merupakan produsen mobil asing pertama yang diizinkan beroperasi di China tanpa mitra usaha patungan lokal. Pabrik Tesla di Shanghai didukung oleh lebih dari 400 pemasok lokal. (Wahyu Dwi Anggoro)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Mahfud MD Sentil Prabowo: Kritik Dibalas Label ‘Londo Ireng’
• 9 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
FIFA Usut Dugaan Pelanggaran Argentina di Final Piala Dunia 2026
• 20 jam lalucelebesmedia.id
thumb
Pramono: Halte Transjabodetabek di Banten Tetap Dikelola Pemprov DKI
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Bukan Cuma UEFA, Perdana Menteri Inggris Kritik Rencana Investasi FIFA: Piala Dunia Bukan Barang Dagangan
• 16 jam laluviva.co.id
thumb
Mekeng Berharap Jakarta jadi Pionir Obligasi Daerah
• 10 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.