Tren perawatan kulit terus berkembang, salah satu tren lama yang masih relevan sampai sekarang adalah skin fasting atau puasa skincare.
Skin fasting adalah proses mengistirahatkan kulit dari penggunaan berbagai produk perawatan kulit atau kosmetik dalam jangka waktu tertentu, baik secara harian maupun mingguan. Prinsip dasarnya adalah membiarkan kulit menjalankan fungsi alaminya tanpa intervensi produk luar.
Tren ini pertama kali dipopulerkan oleh Dr. Yoshinori Nagumo, seorang dokter asal Jepang, yang membandingkan konsep puasa makan dengan puasa skincare. Sebagaimana puasa memberi waktu istirahat bagi sistem pencernaan, skin fasting diyakini memberikan jeda bagi skin barrier dari paparan bahan kimia secara terus-menerus.
Saat mempraktikkan skin fasting, bukan kulit saja yang dapat beristirahat, tetapi kamu juga bisa rehat sejenak dari rutinitas skincare berlapis-lapis yang kerap memakan banyak waktu.
Namun, apakah puasa skincare ini perlu dilakukan dan benar membawa manfaat yang terasa pada kulit? Cari tahu jawabannya di sini!





