Hamas Konfirmasi Perlucutan Senjata di Gaza, Israel Belum Komentar

detik.com
10 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan bahwa Dewan Perdamaian atau Board of Peace telah mencapai kesepakatan soal "pelucutan keseluruhan senjata" Hamas, serta kelompok-kelompok militan Palestina lainnya di Gaza.

Dalam sebuah unggahan di platform Truth Social miliknya, Trump mengatakan bahwa kesepakatan "bersejarah" itu merupakan "langkah monumental menuju perdamaian dan keamanan yang langgeng."

"Kesepakatan ini merupakan langkah krusial agar Gaza akhirnya dapat dipimpin oleh pemerintahan Palestina baru yang akan bekerja sama erat dengan Board of Peace untuk membantu rakyat Palestina. Pada saat yang sama, Israel akan mendapatkan keamanan yang layak, kemudian Gaza tidak lagi digunakan sebagai basis serangan teror," sambung Trump.

Trump mengatakan bahwa kesepakatan tersebut merupakan "tonggak penting" dalam implementasi Rencana 20 Poinnya untuk mengakhiri konflik di Gaza dan membangun kembali wilayah yang hancur akibat perang tersebut.

Presiden AS itu menjelaskan bahwa perjanjian tersebut akan dilaksanakan dalam "tahapan yang dirancang dengan cermat".

"Seiring selesainya proses pelucutan senjata, pasukan Israel akan ditarik, dan Pasukan Stabilisasi Internasional akan bekerja sama dengan pasukan kepolisian Palestina yang baru untuk memastikan keamanan Gaza bagi penduduknya dan negara-negara tetangganya," ujarnya.

Trump mengumumkan kesepakatan tersebut sehari setelah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu kembali ke Israel dari kunjungannya ke AS. Netanyahu saat itu bertemu dengan Trump di Gedung Putih.

Presiden AS itu juga mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang bertindak sebagai mediator, misalnya Mesir, Qatar, dan Turki, karena telah "memungkinkan tercapainya terobosan bersejarah ini."

Sebelumnya pada hari Kamis (30/07), Tim DW melaporkan bahwa para negosiator yang bertemu di Kairo telah menyepakati roadmap 15 poin mengenai pelucutan senjata Hamas, meskipun masih ada perubahan yang dilakukan terhadap usulan tersebut.

Meskipun Trump telah mengumumkan adanya kesepakatan, belum ada konfirmasi resmi dari Israel maupun dari para mediator, yaitu Mesir, Qatar, dan Turki.

Hamas telah ditetapkan sebagai organisasi teroris oleh Jerman, Uni Eropa, AS, dan beberapa negara Arab.

Dua pejabat Hamas konfirmasi kesepakatan

Pejabat senior dari kelompok militan Palestina Hamas mengonfirmasi bahwa mereka telah menyepakati kesepakatan untuk mengakhiri konflik dengan Israel..

Konfirmasi tersebut muncul setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan pada Kamis (39/07) malam bahwa Board of Peace telah menyetujui pelucutan senjata kelompok militan tersebut.

Dua pejabat Hamas mengonfirmasi bahwa pihak mereka telah mencapai kesepakatan. Hal itu disampaikan dalam sebuah wawancara dengan kantor berita AFP pada Jumat (31/07) dini hari waktu setempat dengan syarat identitas keduanya dirahasiakan.

Mereka juga mengatakan bahwa mereka mengharapkan para mediator, yaitu Mesir, Qatar, dan Turki, untuk memastikan Israel memenuhi bagiannya dalam kesepakatan tersebut, termasuk "penarikan bertahap" pasukan Israel dari Gaza.

Israelbelum memberikan komentar mengenai pengumuman yang disampaikan oleh Trump maupun Hamas.

Respons Israel dan penegasan "garis kuning"

Israel belum memberikan komentar sejak Donald Trump mengumumkan bahwa Board of Peace telah mencapai kesepakatan dengan Hamas mengenai pelucutan senjata kelompok militan tersebut.

Namun, sebelum pengumuman Trump pada Kamis (30/07) malam, seorang pejabat Israel mengatakan bahwa usulan 15 poin yang sedang dibahas oleh para pejabat dari negara-negara mediator, yakni Mesir, Qatar, dan Turki, tidak memenuhi tuntutan Israel untuk demiliterisasi total Jalur Gaza.

Hamas menyatakan bahwa pelucutan senjatanya bergantung pada penarikan pasukan Israel secara total dari wilayah tersebut.

Di sisi lain, Israel bersikeras bahwa pihaknya tidak akan menarik pasukannya melampaui apa yang disebut "garis kuning" sebelum Hamas benar-benar melucuti senjatanya.

Nasib senjata Hamas

Berdasarkan kesepakatan dengan Board of Peace untuk melucuti senjata Hamas, sebuah komite transisi Palestina yang terdiri dari para teknokrat akan mengelola Gaza dan mengawasi penyimpanan senjata kelompok militan tersebut. Hal itu disampaikan seorang pejabat senior Hamas kepada kantor berita AFP.

Hamas akan menyerahkan senjatanya kepada pemerintahan transisi tersebut dan kepada mediator internasional, bukan kepada Israel.

"Komite Nasional untuk Administrasi Gaza (National Comittee for Administration Gaza/NCAG) akan mengelola dan melaksanakan pendataan serta penyimpanan senjata sesuai dengan jadwal yang telah disepakati," ungkap pejabat tersebut.

"Komite Nasional akan menjadi satu-satunya entitas yang berwenang untuk menyimpan, mengelola, atau mengontrol senjata di Gaza," pungkasnya.

Artikel ini pertama kali ditulis dalam bahasa Inggris

Diadaptasi oleh Iryanda Mardanuz

Editor: Muhammad Hanafi & Rizki Nugraha

width="1" height="1" />




(ita/ita)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kadin: Investasi Semester I Capai Separuh Target, Serap 1,5 Juta Pekerja
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
Serba-serbi Kunker Prabowo di Semarang-Batang
• 20 jam lalukumparan.com
thumb
Kisah Auliya, Peserta Disabilitas Asal Medan yang Lulus Diklat SPPI Kopdes
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Ketika Warga Bekasi Merespons Pemanasan Global
• 17 jam lalukompas.com
thumb
Pelindo Angkat 2 Komisaris Baru, Ada Stafsus Purbaya
• 13 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.