Jakarta (ANTARA) - Langkah ONIC menuju babak Grand Final Mobile Legends: Bang Bang Mid Season Cup (MSC) 2026 dalam Esports World Cup (EWC) 2026 terhenti setelah takluk dari Team Spirit dengan skor 0-3 pada laga semifinal yang berlangsung di Paris, Prancis, Jumat.
Pemain ONIC, Kiboy, mengakui kekalahan dari Team Spirit terjadi karena lawan tampil lebih kuat sepanjang pertandingan.
"Memang kalah aja karena kuat. Team Spirit memang lagi kuat," kata Kiboy seusai pertandingan, sepert disiarkan MPL Indonesia.
Kekalahan tersebut membuat partai puncak MSC 2026 dipastikan lepas dari dominasi Indonesia, Malaysia, maupun Filipina, setelah wakil Myanmar, Yangon Galacticos, mengalahkan Team Falcons PH.
Baca juga: Team Vitality tersingkir dari MSC EWC, tersisa ONIC wakil Indonesia
Wakil Eropa Timur dan Asia Tengah, Team Spirit, akan melaju ke Grand Final, sementara ONIC harus berjuang pada laga perebutan tempat ketiga melawan Falcons PH pada Sabtu.
ONIC sebenarnya datang ke semifinal dengan modal positif setelah bangkit dari ketertinggalan mengalahkan wakil Turki Aurora Gaming dengan skor 3-2 pada perempat final. Namun, menghadapi Team Spirit, ONIC kesulitan mengembangkan permainan sejak gim pertama.
Team Spirit tampil dominan melalui permainan kolektif yang solid serta koordinasi antar pemain yang lebih rapi. ONIC beberapa kali mencoba mencari celah, tetapi tekanan dari Team Spirit membuat mereka kesulitan membalikkan keadaan.
Pada gim kedua, Team Spirit kembali menunjukkan kontrol penuh atas pertandingan. Beberapa upaya ONIC untuk mendapatkan momentum gagal membuahkan hasil hingga wakil Rusia tersebut menutup permainan dengan keunggulan 2-0.
Baca juga: Dua wakil Indonesia mulai perjuangan pada MSC EWC 2026 Paris
Kondisi tersebut semakin berat bagi ONIC pada gim ketiga. Team Spirit tidak memberikan banyak ruang bagi ONIC untuk bernapas dan akhirnya memastikan kemenangan 3-0 sekaligus mengamankan tiket ke Grand Final.
Kiboy menilai hasil tersebut menjadi bukti bahwa persaingan di level internasional semakin merata. Ia menyebut era dominasi tim-tim besar dari kawasan Asia Tenggara mulai mendapat tantangan dari tim lain yang terus berkembang.
"Ya, mungkin bisa terjadi (berakhirnya era powerhouse). Karena memang tim-tim lain sudah pada step up semua juga," ujar Kiboy.
"Buat Sonic (sebutan untuk fans ONIC) yang pertama, terima kasih sudah dukung kita. Dan juga sorry banget karena hasilnya mengecewakan lagi. Cuma kita enggak akan berhenti di sini dan kita tetap akan berjuang.”
Baca juga: Moreno jadikan debut di EWC 2026 sebagai ajang pembuktian gelar MPL ID
Pemain ONIC, Kiboy, mengakui kekalahan dari Team Spirit terjadi karena lawan tampil lebih kuat sepanjang pertandingan.
"Memang kalah aja karena kuat. Team Spirit memang lagi kuat," kata Kiboy seusai pertandingan, sepert disiarkan MPL Indonesia.
Kekalahan tersebut membuat partai puncak MSC 2026 dipastikan lepas dari dominasi Indonesia, Malaysia, maupun Filipina, setelah wakil Myanmar, Yangon Galacticos, mengalahkan Team Falcons PH.
Baca juga: Team Vitality tersingkir dari MSC EWC, tersisa ONIC wakil Indonesia
Wakil Eropa Timur dan Asia Tengah, Team Spirit, akan melaju ke Grand Final, sementara ONIC harus berjuang pada laga perebutan tempat ketiga melawan Falcons PH pada Sabtu.
ONIC sebenarnya datang ke semifinal dengan modal positif setelah bangkit dari ketertinggalan mengalahkan wakil Turki Aurora Gaming dengan skor 3-2 pada perempat final. Namun, menghadapi Team Spirit, ONIC kesulitan mengembangkan permainan sejak gim pertama.
Team Spirit tampil dominan melalui permainan kolektif yang solid serta koordinasi antar pemain yang lebih rapi. ONIC beberapa kali mencoba mencari celah, tetapi tekanan dari Team Spirit membuat mereka kesulitan membalikkan keadaan.
Pada gim kedua, Team Spirit kembali menunjukkan kontrol penuh atas pertandingan. Beberapa upaya ONIC untuk mendapatkan momentum gagal membuahkan hasil hingga wakil Rusia tersebut menutup permainan dengan keunggulan 2-0.
Baca juga: Dua wakil Indonesia mulai perjuangan pada MSC EWC 2026 Paris
Kondisi tersebut semakin berat bagi ONIC pada gim ketiga. Team Spirit tidak memberikan banyak ruang bagi ONIC untuk bernapas dan akhirnya memastikan kemenangan 3-0 sekaligus mengamankan tiket ke Grand Final.
Kiboy menilai hasil tersebut menjadi bukti bahwa persaingan di level internasional semakin merata. Ia menyebut era dominasi tim-tim besar dari kawasan Asia Tenggara mulai mendapat tantangan dari tim lain yang terus berkembang.
"Ya, mungkin bisa terjadi (berakhirnya era powerhouse). Karena memang tim-tim lain sudah pada step up semua juga," ujar Kiboy.
"Buat Sonic (sebutan untuk fans ONIC) yang pertama, terima kasih sudah dukung kita. Dan juga sorry banget karena hasilnya mengecewakan lagi. Cuma kita enggak akan berhenti di sini dan kita tetap akan berjuang.”
Baca juga: Moreno jadikan debut di EWC 2026 sebagai ajang pembuktian gelar MPL ID




