Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bersama TNI, Polri, dan aparat penegak hukum lainnya siap berkoordinasi untuk menjaga keamanan dan ketertiban di ibu kota.
Pernyataan tersebut disampaikan Pramono menanggapi maraknya pemasangan pagar tinggi di sejumlah gedung perkantoran dan pusat perbelanjaan di Jakarta.
"Saya sebagai Gubernur Jakarta, berkoordinasi dengan TNI, Polri, dan aparat penegak hukum lainnya. Kami akan menjaga Jakarta agar tetap aman, nyaman, dan memberikan rasa tenang bagi siapa pun yang berada di sini," kata Pramono di kawasan Blok M, Jakarta Selatan, Jumat (31/7).
Pramono memastikan keamanan Jakarta akan tetap terjaga sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitas dan menikmati fasilitas publik dengan aman dan nyaman.
Ia menduga pemasangan pagar tinggi oleh sejumlah pengelola gedung dan pusat perbelanjaan dilakukan sebagai bentuk antisipasi atas kekhawatiran terhadap situasi keamanan. Namun, menurutnya, kekhawatiran yang berlebihan justru tidak baik.
"Saya juga mengamati bahwa itu mungkin bagian dari kekhawatiran. Namun, nanti pada saatnya saya akan meminta agar pagar-pagar tersebut dilepas kembali, karena kekhawatiran yang berlebihan juga tidak baik," ujarnya.
Meski demikian, Pramono optimistis situasi keamanan di Jakarta akan tetap kondusif. Ia menilai pengalaman kerusuhan yang pernah terjadi pada Agustus tahun lalu dapat menjadi pelajaran untuk memperkuat sinergi pengamanan di ibu kota.
"Ya, mungkin ada kekhawatiran seperti pada Agustus tahun lalu, tetapi mudah-mudahan tidak terjadi lagi. Saya yakin tidak," katanya.
Pramono berharap Jakarta dapat terus menjadi kota yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi seluruh masyarakat maupun pengunjung.





