TOKYO, KOMPAS.TV - Pihak berwenang Jepang mengakhiri operasi pencarian dan penyelamatan besar-besaran yang telah dilakukan selama beberapa hari di pusat perbelanjaan yang runtuh di Kashima, Prefektur Kumamoto, setelah gempa bumi dahsyat yang menewaskan 34 orang awal pekan ini, pada Sabtu (1/8/2026).
Gempa bermagnitudo 7,1 melanda Kumamoto yang berada di pulau utama selatan Jepang, Kyushu, pada Selasa (28/7/2026).
Mal Aeon di kota Kashima adalah salah satu lokasi yang paling parah terkena dampak, setelah ledakan yang terjadi usai gempa membuat dinding dan lantai gedung mal runtuh.
Ledakan yang menurut perusahaan disebabkan kebocoran gas tersebut terjadi setelah sekitar 3.000 pengunjung dievakuasi ke tempat parkir setelah gempa, tetapi beberapa karyawan tetap berada di dalam. Lantai dua mal tersebut kemudian runtuh.
Tim penyelamat telah mengeluarkan lima orang dari bawah reruntuhan mal dan menemukan jenazah tujuh orang lainnya dalam lima hari terakhir.
Baca Juga: Jumlah Korban Tewas Gempa Jepang Meningkat Jadi 34 Orang, Jumat Jadi Titik Kritis Penemuan Korban
Pada Sabtu, para pejabat mengatakan semua orang yang hilang telah ditemukan dan mengakhiri operasi pencarian korban di mal tersebut.
Jumlah keseluruhan orang hilang di prefektur yang terkena dampak, masih belum diketahui, dan operasi pencarian terus berlanjut, dengan ribuan anggota pasukan pertahanan diri, polisi, petugas penyelamat, dan anjing pelacak, dikerahkan.
Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mendesak personel penyelamat untuk tidak meninggalkan siapa pun.
Di lokasi lain yang terdampak parah di Prefektur Kumamoto, cerobong asap runtuh di pabrik Nippon Paper Industries di kota Yatsushiro, dan menjebak 11 karyawan.
Penulis : Tussie Ayu Editor : Edy-A.-Putra
Sumber : The Associated Press
- aeon mal runtuh
- gempa jepang
- kumamoto
- korban gempa jepang
- pencarian korban gempa jepang
- AEON Mall Kumamoto





