Pilot Asal Malaysia Jadi Kurir Ekstasi Jaringan Internasional, Bea Cukai Soekarno-Hatta Tingkatkan Pengawasan Barang Bawaan Kru Pesawat

tvonenews.com
4 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Pilot asal Malaysia berinisial MS (39) yang menjadi kurir ekstasi jaringan internasional positif narkoba selama menerbangkan pesawat ke Indonesia.

Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Soekarno-Hatta Hengky Tomuan Parlindungan Aritonang mengatakan MS membawa penumpang sedikitnya 170 orang saat menerbangkan pesawat dengan penerbangan MH-727 rute Kuala Lumpur–Indonesia.

Selama perjalanan itu, sambung dia, MS dalam keadaan positif menggunakan narkotika.

"Jadi pilot ini positif MDMA, ekstasi, methamphetamine dan kokain di dalam tes urinnya. Berarti kemungkinan pada saat menerbangkan ke Indonesia posisinya memakai," katanya, Sabtu (1/8/2026). 

Hengky mengatakan MS diketahui sudah tiga kali melakukan menyelundupkan narkotika. 

Pertama, MS membawa sabu-sabu ke Sabah, Malaysia. Kedua, MS membawa sabu-sabu ke Jakarta.

Ketiga, MS membawa ekstasi dan sabu-sabu ke Jakarta hingga akhirnya aksinya ini terungkap petugas Bea dan Cukai Bandara Soekarno-Hatta. 

"Selain dari 14 bungkus ini, dia pun membawa 4 gram metampetamin. Kalau tadi ekstasi, ini metampetamin, sabu di tempat barang pribadinya," ungkapnya. 

Hengky menyebut barang haram tersebut disimpan MS di dalam koper bagasi.

Adapun modus yang MS gunakan, yakni memanfaatkan keistimewaan jalur crew saat melakukan check-in di Bandara Soekarno-Hatta sehingga jalurnya berbeda dengan penumpang umum.

​"Di dalam koper besar tersebut, total ada sebanyak 14 bungkus ekstasi yang berisi total 70.144 butir disembunyikan di bawah tumpukan pakaian," ujar Hengky. 

Berdasarkan hasil pemeriksaan, Hengky mengatakan MS mendapatkan bayaran sebagai “kurir”. 

Aktor utama yang kini masih dalam pengembangan memberi upah sekitar 50.000 ringgit atau setara dengan Rp220 juta kepada MS.​

"Sementara berdasarkan hasil pemeriksaan itu dia di upah 50.000 Ringgit. Itu berdasarkan pemeriksaan sementara," katanya. 

Buntut kasus ini, Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Soekarno-Hatta meningkatkan sistem pemeriksaan dan pengawasan terhadap barang bawaan seluruh awak pesawat baik maskapai internasional maupun domestik.

"Kalau jalur khusus crew itu memang kewajiban kita menyediakan. Tapi berarti dengan kejadian ini maka kami akan melakukan random misalnya pengecekan lebih ketat lagi terhadap pilot dan crew dari penerbangan," terangnya. 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Harga Emas Antam Hari Ini 1 Agustus 2026 Ambles Rp20.000, Buyback Ikut Turun Jadi Rp2,368 Juta
• 19 jam laluviva.co.id
thumb
Amerika Serikat Tak Kunjung Menang Lawan Iran, Donald Trump Mulai Stres
• 19 jam lalueranasional.com
thumb
Dugaan Pemalakan Sopir Truk Rp1,7 Juta, Dedi Mulyadi Desak Petugas Dishub Bekasi Diberhentikan
• 15 jam lalugrid.id
thumb
Mengapa Menopause Bikin Perempuan Lebih Rentan Terkena Penyakit Jantung?
• 19 jam lalurepublika.co.id
thumb
Bakal Tertibkan Pagar Mal, Gubernur Pramono: Jakarta Aman-Aman Saja
• 13 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.