Jababeka (KIJA) Kejar Target Marketing Sales Rp3,75 Triliun hingga Akhir 2026

idxchannel.com
7 jam lalu
Cover Berita

PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) terus berupaya mencapai target marketing sales 2026 sebesar Rp3,75 triliun.

Jababeka (KIJA) Kejar Target Marketing Sales Rp3,75 Triliun hingga Akhir 2026. (Foto Istimewa)

IDXChannel - PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) terus berupaya mencapai target marketing sales 2026 sebesar Rp3,75 triliun. Target tersebut sudah tercapai 32 persen hingga 30 Juni 2026.

Target marketing sales 2026 terdiri atas Rp1,25 triliun dari kawasan industri di Cikarang dan wilayah lainnya meliputi Rp800 miliar dari penjualan lahan industri dan bangunan pabrik di Cikarang serta Rp450 miliar dari penjualan properti residensial dan komersial di Cikarang (termasuk joint venture) dan lokasi lainnya, sementara Rp2,5 triliun sisanya diharapkan berasal dari kawasan industri di Kendal.

Baca Juga:
Benahi Struktur Grup, Jababeka (KIJA) Alihkan Saham Anak Usaha

Wakil Direktur Utama KIJA Budianto Liman menyampaikan, perseroan juga terus memperbesar kontribusi pendapatan berulang melalui Pilar Infrastruktur.

"Manajemen meyakini permintaan yang berkelanjutan dari tenant industri di kawasan Cikarang dan Kendal akan terus mendukung pertumbuhan jangka panjang pendapatan berulang dari utilitas, logistik, dan layanan pengelolaan kawasan," ujarnya dalam keterbukaan informasi, Minggu (2/8/2026).

Baca Juga:
KIJA Lepas 292,5 Juta Saham Hasil Buyback, Peroleh Dana Rp52,5 Miliar

Marketing sales dari Pilar Pengembangan Lahan & Properti mencapai Rp1.187,6 miliar pada semester I-2026, atau setara 32 persen dari target marketing sales perseroan di 2026.

Baca Juga:
Jababeka (KIJA) Cetak Rugi Rp6,4 Miliar di Semester I-2026, Manajemen Ungkap Penyebabnya

Marketing sales dari Cikarang dan wilayah lainnya (termasuk joint venture) menyumbang 29 persen, terutama didorong oleh penjualan lahan industri seluas 3 hektare kepada perusahaan tekstil Indonesia dan 0,7 hektare kepada perusahaan importir bahan bangunan asal China.

Sementara itu, Kendal menyumbang 71 persen dari total marketing sales, didukung oleh penjualan lahan seluas 7 hektare kepada produsen baterai serta 9,7 hektare kepada produsen peralatan rumah tangga asal Indonesia.

Sebagai informasi, KIJA membukukan rugi bersih sebesar Rp6,4 miliar pada semester I-2026. Capaian ini berbanding terbalik jika dibandingkan laba bersih sebesar Rp627,6 miliar pada semester I-2025.

Meski demikian, KIJA membukukan pendapatan konsolidasian sebesar Rp2.436,5 miliar pada semester I-2026, turun 11 persen dibandingkan Rp2.726,4 miliar pada semester I-2025.

(Dhera Arizona)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Polisi Tangkap 13 Remaja Hendak Tawuran di Depok, Sita Belasan Sajam
• 2 jam laludetik.com
thumb
Pelaku UMK Bersiap Hadapi Wajib Halal, PSPP UMJ Perluas Pendampingan Sertifikasi
• 6 jam lalurepublika.co.id
thumb
Reza Rahadian Umumkan Film Casparina: Film Panjang Kedua, Angkat Kisah Nenek
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas, Prabowo Sampaikan Salam Hangat
• 13 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Ekonomi Tiongkok Sedang Mengalami Resesi yang Lebih Dalam, Ketiga Indeks PMI Resmi Turun di Bawah 50 Pada Juli 
• 22 jam laluerabaru.net
Berhasil disimpan.