JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah kembali menggelar doa kebangsaan pada 1 Agustus 2026.
Doa kebangsaan merupakan rangkaian dari acara Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI, yang biasa digelar setiap tahun menjelang 17 Agustus.
Kali ini, acara digelar di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat.
Baca juga: Ketua MPR Ahmad Muzani Hadiri Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas
Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar memimpin dan membuka acara zikir dan doa kebangsaan tersebut secara langsung, sekitar pukul 19.30 WIB.
Sebanyak enam pemuka agama juga bergantian memanjatkan doa untuk Indonesia.
Keenam pemuka agama tersebut berasal dari Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Khonghucu.
Apa saja yang dipanjatkan?
Jauhkan Indonesia dari polarisasi
Perwakilan umat Kristen, Pdt Jacklevyn Frits Manuputty, memohon agar Indonesia dijauhkan dari polarisasi, perpecahan, dampak ketimpangan sosial, dan kesulitan ekonomi.
Ia mengajak seluruh masyarakat bersyukur atas kemerdekaan dan keberagaman Indonesia yang disebutnya sebagai anugerah Tuhan.
Begitu pun memohon agar para pemimpin bangsa diberi hikmat dan kebijaksanaan dalam mengambil setiap keputusan.