Pelatih Port FC Kecewa Berat Usai Dipermalukan Persebaya dan Tersingkir dari Piala Presiden 2026

tvonenews.com
11 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Pelatih Port FC, Sarawut Treephan, tak bisa menyembunyikan rasa kecewanya setelah timnya tersingkir dari Piala Presiden 2026. Kekalahan 1-2 dari Persebaya Surabaya mengakhiri langkah wakil Thailand tersebut di fase grup.

Laga terakhir Grup B berlangsung di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, Sabtu (1/8/2026) malam. Hasil itu memastikan Port FC gagal mengamankan tiket ke babak semifinal.

Sarawut menilai pertandingan berjalan sesuai rencana hingga timnya harus kehilangan satu pemain pada babak kedua. Situasi tersebut menjadi titik balik yang mengubah jalannya pertandingan.

Menurutnya, bermain dengan 10 pemain membuat organisasi permainan Port FC terganggu. Kondisi itu dimanfaatkan Persebaya untuk mencetak gol penentu kemenangan.

"Tentu kami sangat kecewa tidak lolos. Kami kehilangan satu pemain di babak kedua dan kebobolan dengan cara yang terlalu mudah," ujar Sarawut dalam konferensi pers usai pertandingan.

Pelatih asal Thailand itu mengakui masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Evaluasi menyeluruh akan dilakukan setelah tim kembali ke negaranya.

Sarawut mengatakan fokus utama adalah memperbaiki organisasi pertahanan. Selain itu, tim juga akan membenahi cara bermain saat harus menghadapi situasi kehilangan pemain di lapangan.

Tak hanya aspek teknis, kondisi fisik para pemain juga menjadi perhatian. Port FC akan memantau sejumlah pemain yang mengalami cedera agar dapat segera menjalani proses pemulihan.

Sementara itu, penjaga gawang Port FC, Michael Falkesgaard, menilai persaingan di Piala Presiden 2026 berlangsung sangat kompetitif. Menurutnya, seluruh peserta memiliki kualitas yang layak mendapat apresiasi.

Falkesgaard mengakui timnya belum mampu menunjukkan permainan terbaik dalam dua pertandingan terakhir. Ia menyebut proses adaptasi skuad yang dihuni banyak wajah baru turut memengaruhi performa tim.

"Kami menghormati semua tim di sini. Tidak mudah bermain di Indonesia. Kami sudah berusaha, tetapi hari ini bukan hari kami," kata Falkesgaard.

Kiper berpengalaman itu juga menilai situasi semakin sulit setelah Port FC harus bermain dengan 10 pemain saat tertinggal 1-2. Upaya mengejar ketertinggalan pun gagal membuahkan hasil hingga peluit panjang berbunyi.

Meski gagal melangkah lebih jauh, Falkesgaard tetap memberikan apresiasi kepada klub-klub Indonesia. Ia menilai kualitas tim-tim Tanah Air terus berkembang dan mampu bersaing di level Asia.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Klasemen Piala AFF 2026 Grup A: Timnas Indonesia Tempel Singapura, Laga Kontra Vietnam Jadi Penentu
• 12 jam lalubola.com
thumb
Doa bagi Bangsa Jelang Hari Kemerdekaan...
• 12 jam lalukompas.com
thumb
Pelapor Ingin Proses Hukum soal Vape Dilanjutkan Meski Bigmo Minta Maaf
• 3 jam laludetik.com
thumb
Kepala BGN Suspend SPPG di Semarang yang Diduga Bikin 707 Orang Keracunan
• 23 jam lalurepublika.co.id
thumb
Enam Jet Tempur F-16 Meriahkan Open Base Lanud Hang Nadim di Batam
• 6 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.