Pantau - PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat pendapatan KAI Group sebesar Rp17,96 triliun pada Semester I 2026 atau meningkat 6,61 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, sementara laba usaha tumbuh 25,79 persen menjadi Rp4,66 triliun.
Kinerja Bisnis Utama Terus MenguatVice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan pertumbuhan pendapatan dan laba usaha mencerminkan penguatan bisnis utama perusahaan melalui peningkatan layanan, produktivitas, serta pengelolaan biaya yang lebih baik.
“Pertumbuhan pendapatan dan laba usaha menjadi modal penting bagi KAI untuk menjaga keselamatan perjalanan, kesiapan sarana dan prasarana, serta kualitas pelayanan kepada masyarakat. Kinerja bisnis yang kuat juga mendukung keberlanjutan pengembangan layanan penumpang dan barang,” ungkap Anne.
Sepanjang Semester I 2026, KAI Group melayani 258.993.359 pelanggan atau meningkat 7,55 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Sebanyak 235.137.908 pelanggan berasal dari layanan PSO, KA Perintis, penugasan pemerintah, serta layanan lain yang mendukung mobilitas masyarakat.
Anne mengatakan dukungan pemerintah melalui berbagai skema penugasan memungkinkan KAI memperluas akses transportasi publik dengan tarif yang terjangkau.
“Kepercayaan Pemerintah melalui PSO, KA Perintis, dan berbagai penugasan memberi ruang bagi KAI untuk melayani masyarakat secara lebih luas. KAI menjaga agar layanan tersebut tetap selamat, andal, tertib, dan sesuai kebutuhan pelanggan,” ujarnya.
Angkutan Barang dan Transformasi Jadi FokusSelain angkutan penumpang, KAI mengangkut 32.498.043 ton barang pada Semester I 2026 yang terdiri dari 26.534.095 ton batu bara dan 5.963.948 ton komoditas nonbatu bara.
Perusahaan juga menambah 1.080 gerbong datar untuk memperkuat kapasitas angkutan barang di Sumatra serta mengembangkan layanan KA Brumbung Cargo dengan kapasitas hingga 800 ton per rangkaian.
Anne menegaskan penguatan layanan logistik bertujuan mendukung kelancaran distribusi komoditas strategis nasional.
“Layanan barang memiliki peran penting dalam mendukung kegiatan ekonomi nasional. Penguatan sarana dan layanan terus dilakukan agar kereta api dapat melayani kebutuhan dunia usaha secara lebih efisien sekaligus membantu menjaga kelancaran distribusi komoditas strategis,” katanya.
KAI juga melanjutkan transformasi perusahaan bersama Danantara Indonesia melalui peningkatan produktivitas, tata kelola, modernisasi sarana, pemanfaatan teknologi, dan pengembangan kompetensi sumber daya manusia.
“Transformasi dan sinergi bersama Danantara mendorong KAI untuk semakin disiplin dalam meningkatkan produktivitas, memperkuat tata kelola, dan mengembangkan kompetensi pekerja. Setiap penguatan kinerja perusahaan diarahkan kembali untuk menghadirkan layanan transportasi yang selamat, andal, mudah diakses, serta memberi manfaat bagi masyarakat dan perekonomian nasional,” tutup Anne.




