Membandingkan Game RPG Jepang dan Barat, Dua Filosofi Desain yang Membentuk Industri Game Selama Puluhan Tahun

viva.co.id
1 jam lalu
Cover Berita

VIVA – Role-playing game (RPG) merupakan salah satu genre paling berpengaruh dalam sejarah industri video game. Namun, di balik nama besarnya, RPG berkembang melalui dua filosofi desain yang berbeda, yaitu RPG Jepang (JRPG) dan RPG Barat (WRPG).

Keduanya lahir dari akar yang sama, yakni permainan tabletop seperti Dungeons & Dragons dan RPG komputer awal seperti Wizardry serta Ultima. Seiring waktu, masing-masing berkembang dengan identitas yang unik. Jepang lebih menekankan cerita dan karakter, sedangkan Barat mengutamakan kebebasan pemain serta eksplorasi dunia.

Baca Juga :
Masih Ingat Game Snake? Permainan Sederhana yang Diam-diam Mengubah Sejarah Industri Mobile Gaming
Di Balik Penantian GTA 6 Selama Bertahun-Tahun, Ada Perubahan Besar yang Sedang Disiapkan Rockstar

Hingga kini, perbedaan tersebut masih menjadi fondasi bagi banyak game modern, meskipun batas antara keduanya mulai semakin kabur.

JRPG: Cerita Menjadi Pusat Pengalaman Bermain

Salah satu ciri paling menonjol dari JRPG adalah fokus pada narasi.

Dalam banyak judul seperti Final Fantasy, Dragon Quest, Persona, hingga Xenoblade Chronicles, pemain mengikuti kisah protagonis yang telah memiliki nama, latar belakang, dan kepribadian yang jelas.

Pilihan pemain memang tetap ada, tetapi biasanya tidak mengubah alur utama secara drastis. Pengembang ingin menghadirkan pengalaman yang menyerupai membaca novel atau menyaksikan serial panjang, dengan perkembangan karakter menjadi daya tarik utama.

Pendekatan ini memungkinkan hubungan emosional yang kuat antara pemain dan karakter, sehingga momen-momen penting dalam cerita sering kali menjadi bagian yang paling diingat.

WRPG: Kebebasan Pemain Adalah Segalanya

Berbeda dengan JRPG, WRPG lebih menempatkan pemain sebagai pencipta kisahnya sendiri.

Game seperti The Elder Scrolls V: Skyrim, Fallout, Baldur's Gate 3, hingga The Witcher 3 memberikan kebebasan untuk menjelajahi dunia, memilih jalur cerita, menentukan moralitas karakter, bahkan mengubah hasil akhir permainan.

Kajian akademik mengenai desain WRPG menyebutkan bahwa genre ini berfokus pada eksplorasi, ekspresi pemain, dan dunia terbuka yang memberikan ruang luas bagi setiap orang untuk menciptakan pengalaman bermain yang berbeda.

Akibatnya, dua pemain yang memainkan game yang sama bisa memperoleh cerita dan pengalaman yang sangat berbeda.

Perbedaan Pendekatan dalam Membangun Dunia

Perbedaan filosofi juga terlihat dari cara kedua genre membangun dunia permainan.

Baca Juga :
7 Game Terbaru Viral 2026, Evolusi Teknologi yang Membuat Pengalaman Bermain Semakin Imersif dan Kompetitif
Jepang Turunkan Pemain Bintang di Asian Games 2026, Timnas Voli Putri Indonesia Wajib Waspada
Minecraft Java Realms Hadirkan Monstrous Summer, 9 Map Baru Siap Ramaikan Petualangan Musim Panas

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Harga Telur Ayam Rp29.650 per Kg, Bawang Merah Rp40.450 per Kg Menurut PIHPS
• 8 jam lalupantau.com
thumb
Febrie Adriansyah Potres Penahanan, Tak Nyaman di Ruang Tahanan?
• 19 jam lalumetrotvnews.com
thumb
9 Kapal Dikerahkan Evakuasi Penumpang KMP Mutiara Sentosa 2
• 2 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Jelang HUT RI Ke-81, Ternyata Ini Lirik dan Makna Lagu Hari Merdeka
• 22 jam lalugrid.id
thumb
KPMP Dorong Gagasan Kemandirian Ekonomi Pinrang Lewat Dialog Publik
• 29 menit laluharianfajar
Berhasil disimpan.