VIVA – Role-playing game (RPG) merupakan salah satu genre paling berpengaruh dalam sejarah industri video game. Namun, di balik nama besarnya, RPG berkembang melalui dua filosofi desain yang berbeda, yaitu RPG Jepang (JRPG) dan RPG Barat (WRPG).
Keduanya lahir dari akar yang sama, yakni permainan tabletop seperti Dungeons & Dragons dan RPG komputer awal seperti Wizardry serta Ultima. Seiring waktu, masing-masing berkembang dengan identitas yang unik. Jepang lebih menekankan cerita dan karakter, sedangkan Barat mengutamakan kebebasan pemain serta eksplorasi dunia.
Hingga kini, perbedaan tersebut masih menjadi fondasi bagi banyak game modern, meskipun batas antara keduanya mulai semakin kabur.
JRPG: Cerita Menjadi Pusat Pengalaman Bermain
Salah satu ciri paling menonjol dari JRPG adalah fokus pada narasi.
Dalam banyak judul seperti Final Fantasy, Dragon Quest, Persona, hingga Xenoblade Chronicles, pemain mengikuti kisah protagonis yang telah memiliki nama, latar belakang, dan kepribadian yang jelas.
Pilihan pemain memang tetap ada, tetapi biasanya tidak mengubah alur utama secara drastis. Pengembang ingin menghadirkan pengalaman yang menyerupai membaca novel atau menyaksikan serial panjang, dengan perkembangan karakter menjadi daya tarik utama.
Pendekatan ini memungkinkan hubungan emosional yang kuat antara pemain dan karakter, sehingga momen-momen penting dalam cerita sering kali menjadi bagian yang paling diingat.
WRPG: Kebebasan Pemain Adalah Segalanya
Berbeda dengan JRPG, WRPG lebih menempatkan pemain sebagai pencipta kisahnya sendiri.
Game seperti The Elder Scrolls V: Skyrim, Fallout, Baldur's Gate 3, hingga The Witcher 3 memberikan kebebasan untuk menjelajahi dunia, memilih jalur cerita, menentukan moralitas karakter, bahkan mengubah hasil akhir permainan.
Kajian akademik mengenai desain WRPG menyebutkan bahwa genre ini berfokus pada eksplorasi, ekspresi pemain, dan dunia terbuka yang memberikan ruang luas bagi setiap orang untuk menciptakan pengalaman bermain yang berbeda.
Akibatnya, dua pemain yang memainkan game yang sama bisa memperoleh cerita dan pengalaman yang sangat berbeda.
Perbedaan Pendekatan dalam Membangun Dunia
Perbedaan filosofi juga terlihat dari cara kedua genre membangun dunia permainan.





