Jakarta (ANTARA) - Atlet tim nasional taekwondo Indonesia Muhammad Hafizh Fachrur Rhozy menyebutkan raihan medali emas di ajang 8th Asian Taekwondo Indonesia Open Championship 2026 semakin memperkuat tekadnya untuk tampil di Olimpiade Los Angeles 2028.
"Kejuaraan ini sangat bagus karena merupakan ajang perolehan poin menuju Olimpiade Los Angeles 2028, dan sebagai atlet tentu saya berharap bisa tampil di sana," kata Muhammad Hafizh Fachrur Rhozy di Jakarta, Minggu.
Kejuaraan yang berlangsung di Indoor Tennis, Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, pada 1–5 Agustus itu diikuti oleh 478 taekwondoin dari 36 negara.
Indonesia sebagai tuan rumah menurunkan 31 atlet, yang terdiri atas 20 atlet kyorugi dan 11 atlet poomsae dari pemusatan latihan nasional (pelatnas) Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI). Memasuki hari kedua kejuaraan, Indonesia telah mengumpulkan enam medali emas, tiga medali perak, dan tiga medali perunggu.
Baca juga: PBTI bawa atmosfer taekwondo dunia ke Jakarta
Fachrur Rhozy, salah satu penyumbang medali emas untuk tim Merah Putih pada nomor recognized under 30, mengaku menyambut kejuaraan tersebut dengan antusiasme tinggi karena menjadi kesempatan untuk mengukur kemampuan bersaing dengan atlet-atlet tangguh di Asia.
"Ini pengalaman penting bagi saya karena Indonesia Open ini sangat kompetitif," katanya.
Sebelumnya, Ketua Umum PBTI Richard Tampubolon mengemukakan bahwa ajang Asian Taekwondo Indonesia Open merupakan bagian dari pembangunan sistem prestasi jangka panjang untuk mengembalikan atlet Indonesia ke panggung Olimpiade.
Kejuaraan berstatus World Taekwondo G2 tersebut menyediakan poin peringkat dunia yang dibutuhkan para atlet dalam perjalanan menuju Olimpiade Los Angeles 2028.
Ia menambahkan bahwa di antara 31 atlet yang diturunkan, terdapat tiga atlet yang akan berlaga pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026, sehingga ajang ini menjadi momentum untuk mengukur kemampuan menghadapi lawan dari berbagai negara di Asia.
Baca juga: PBTI-TNI perkuat pembinaan taekwondo lewat Indonesia Open 2026
Baca juga: Kejuaraan taekwondo Asia bisa turut gerakkan ekonomi Jakarta
"Kejuaraan ini sangat bagus karena merupakan ajang perolehan poin menuju Olimpiade Los Angeles 2028, dan sebagai atlet tentu saya berharap bisa tampil di sana," kata Muhammad Hafizh Fachrur Rhozy di Jakarta, Minggu.
Kejuaraan yang berlangsung di Indoor Tennis, Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, pada 1–5 Agustus itu diikuti oleh 478 taekwondoin dari 36 negara.
Indonesia sebagai tuan rumah menurunkan 31 atlet, yang terdiri atas 20 atlet kyorugi dan 11 atlet poomsae dari pemusatan latihan nasional (pelatnas) Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI). Memasuki hari kedua kejuaraan, Indonesia telah mengumpulkan enam medali emas, tiga medali perak, dan tiga medali perunggu.
Baca juga: PBTI bawa atmosfer taekwondo dunia ke Jakarta
Fachrur Rhozy, salah satu penyumbang medali emas untuk tim Merah Putih pada nomor recognized under 30, mengaku menyambut kejuaraan tersebut dengan antusiasme tinggi karena menjadi kesempatan untuk mengukur kemampuan bersaing dengan atlet-atlet tangguh di Asia.
"Ini pengalaman penting bagi saya karena Indonesia Open ini sangat kompetitif," katanya.
Sebelumnya, Ketua Umum PBTI Richard Tampubolon mengemukakan bahwa ajang Asian Taekwondo Indonesia Open merupakan bagian dari pembangunan sistem prestasi jangka panjang untuk mengembalikan atlet Indonesia ke panggung Olimpiade.
Kejuaraan berstatus World Taekwondo G2 tersebut menyediakan poin peringkat dunia yang dibutuhkan para atlet dalam perjalanan menuju Olimpiade Los Angeles 2028.
Ia menambahkan bahwa di antara 31 atlet yang diturunkan, terdapat tiga atlet yang akan berlaga pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026, sehingga ajang ini menjadi momentum untuk mengukur kemampuan menghadapi lawan dari berbagai negara di Asia.
Baca juga: PBTI-TNI perkuat pembinaan taekwondo lewat Indonesia Open 2026
Baca juga: Kejuaraan taekwondo Asia bisa turut gerakkan ekonomi Jakarta





