PT Batulicin Nusantara Maritim Tbk. (BESS) membukukan penurunan pendapatan sebesar 37,9% secara tahunan menjadi Rp110,41 miliar pada semester I-2026, dari Rp177,79 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Pelemahan pendapatan tersebut membuat perseroan berbalik mencatat rugi bersih sebesar Rp5,63 miliar, setelah pada semester I-2025 masih membukukan laba Rp46,92 miliar.
Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan di Bursa Efek Indonesia (BEI), penurunan pendapatan terjadi seiring melemahnya kinerja jasa pelayaran yang menjadi sumber utama pendapatan perseroan.
Di sisi lain, beban pokok pendapatan masih tercatat sebesar Rp74,15 miliar sehingga laba bruto menyusut menjadi Rp36,26 miliar dari Rp58,17 miliar pada semester I-2025.
Kondisi tersebut turut menekan laba usaha perseroan. Meski beban usaha berhasil ditekan, penurunan pendapatan serta meningkatnya sejumlah beban lainnya membuat BESS menutup paruh pertama tahun ini dengan rugi sebelum pajak.
Baca Juga: Krisis Pasokan Memori Tekan Penjualan Smartphone Dunia, Anjlok 6%
Baca Juga: Rupiah Anjlok! Warga RI Ramai Borong Dolar hingga Rp1.741,46 triliun
Setelah memperhitungkan pajak penghasilan, perseroan membukukan rugi bersih Rp5,63 miliar.
Dari sisi neraca, total aset BESS tercatat sebesar Rp1,07 triliun hingga 30 Juni 2026, relatif stabil dibandingkan posisi akhir 2025. Liabilitas tercatat sebesar Rp184,69 miliar, sedangkan total ekuitas mencapai Rp886,34 miliar.
Dalam laporan keuangannya, manajemen menyatakan akan terus meningkatkan kinerja operasional melalui efisiensi biaya serta optimalisasi armada untuk menjaga keberlangsungan usaha di tengah tantangan industri pelayaran.





