Klub sepak bola asal Spanyol, Real Madrid, mencatatkan rekor pendapatan tertinggi pada musim terakhirnya, meskipun tidak meraih gelar juara sama sekali.
Mengutip Bloomberg, Klub tersebut mengantongi pendapatan sebesar 1,22 miliar euro atau setara 1,4 miliar dolar AS pada musim 2025–2026.
Capaian ini terutama didorong oleh lonjakan pendapatan stadion dan penjualan pemasaran, demikian disampaikan dalam keterangan resminya.
"Laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) juga mencapai rekor tertinggi senilai 287,4 juta euro," tulis laporan Bloomberg, dikutip Minggu (2/8).
Real Madrid merupakan salah satu merek olahraga paling berharga di dunia. Menurut klaim klub, total pendapatan musim lalu menjadi rekor pendapatan tertinggi yang pernah dicatatkan oleh sebuah institusi olahraga sepanjang sejarah.
Presiden Klub Florentino Pérez mengandalkan manajemen keuangan yang solid untuk menggalang dukungan atas rencananya menjual sekitar 5 persen saham klub kepada investor. Pérez, yang telah memimpin klub selama 23 tahun dari 26 tahun terakhir, terpilih kembali sebagai presiden pada Mei lalu setelah sempat mendapat tantangan dari kandidat lain yang mengkritik rencana penjualan saham tersebut.
Saat ini, Real Madrid berstatus sebagai organisasi nirlaba yang dimiliki oleh para anggota (socios) yang membayar iuran tahunan. Pérez menyatakan keinginannya untuk mengubah struktur korporasi klub dan memproses para anggota tersebut menjadi pemegang saham.
Real Madrid merupakan klub tersukses di Eropa dengan koleksi 15 trofi Liga Champions, tujuh di antaranya diraih di bawah kepemimpinan Pérez.
Angka penjualan yang dilaporkan pada Selasa tersebut menunjukkan peningkatan sebesar 61 persen dibandingkan musim 2019, sebelum proyek renovasi besar-besaran stadion dimulai.
Wajah baru Stadion Santiago Bernabéu memungkinkan klub meningkatkan pendapatan dari kursi VIP serta tur stadion, di samping lini bisnis lainnya.





