Kontrak Berjangka Wall Street Naik, Terkerek Rencana Trump Negosiasi dengan Iran

metrotvnews.com
10 jam lalu
Cover Berita

New York: Kontrak berjangka indeks saham Amerika Serikat (AS) menguat pada perdagangan Minggu malam waktu setempat setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan rencana memulai negosiasi dengan Iran. Sentimen positif juga datang dari potensi pemulihan saham-saham teknologi menjelang musim laporan keuangan emiten.

Mengutip Investing, Senin, 3 Agustus 2026, kontrak berjangka S&P 500 naik 0,4 persen menjadi 7.551,50 poin. Kontrak berjangka Nasdaq 100 menguat 0,65 persen ke 28.589,50 poin, sedangkan kontrak berjangka Dow Jones Industrial Average naik 0,39 persen menjadi 52.835 poin.

Penguatan tersebut melanjutkan sentimen positif pada penutupan perdagangan Jumat, didukung aksi beli investor terhadap saham-saham teknologi yang sebelumnya terkoreksi selama Juli.

Baca Juga :

Menkeu AS Ancam Lakukan Intervensi terhadap Yen Jepang

(Ilustrasi. Foto: Freepik) Negosiasi AS-Iran dorong optimisme Trump mengatakan negosiasi dengan Iran akan dimulai pada Senin sore. Ia juga menyebut kesepakatan terkait pembukaan kembali Selat Hormuz semakin mendekati penyelesaian.

Pernyataan itu disampaikan sehari setelah Trump membatalkan rencana serangan terhadap Iran menyusul pembahasan dengan mediator kawasan.

Prospek deeskalasi konflik AS-Iran turut mendorong penurunan harga minyak dunia hampir lima persen pada awal perdagangan Senin. Pelemahan harga minyak dinilai berpotensi meredakan tekanan inflasi, khususnya dari sektor energi. Investor cermati musim laporan keuangan Selain perkembangan geopolitik, investor juga menantikan laporan keuangan sejumlah emiten besar AS.

Saham-saham teknologi mulai menunjukkan pemulihan setelah tekanan sepanjang Juli, didukung laporan kinerja kuartal II yang lebih baik dari perkiraan dari Microsoft dan Amazon.

Pekan ini, perhatian pasar akan tertuju pada laporan keuangan Palantir Technologies, Advanced Micro Devices (AMD), Caterpillar, Merck & Co., serta McDonald's.

Di sisi makroekonomi, investor juga menunggu data ketenagakerjaan AS periode Juli yang dijadwalkan dirilis pada Jumat. Data tersebut akan menjadi salah satu acuan bagi pasar dalam memperkirakan arah kebijakan suku bunga Federal Reserve.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tim SAR Lanjutkan Pencarian 2 Korban KMP Mutiara Sentosa II yang Belum Ditemukan
• 4 jam lalukompas.tv
thumb
Legislator PDI-P Ingin MBG Dikeluarkan dari Anggaran Pendidikan di 2027
• 6 jam lalukompas.com
thumb
Film Baru Spider-Man Catatkan Penjualan Tiker USD927 Juta Dalam Hitungan Hari
• 8 jam laluidxchannel.com
thumb
Iran Bantah Berunding dengan AS soal Selat Hormuz
• 2 jam laluviva.co.id
thumb
Demand Listrik Naik, Tegaskan Peran LNG untuk Ketahanan Kelistrikan
• 19 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.