TABLOIDBINTANG.COM - Perkembangan teknologi di bidang estetika terus menghadirkan berbagai pilihan perawatan yang semakin modern. Melalui kolaborasi dengan WJP dan Hugo Plastic Surgery Korea, VIP Skin Center menghadirkan ekosistem layanan kecantikan yang mencakup perawatan non-invasif hingga prosedur bedah estetika berstandar internasional.
CEO VIP Skin Center, Yuri Oktavia, mengatakan kolaborasi tersebut bertujuan memberikan solusi kecantikan yang lengkap dengan teknologi terkini dan pendekatan yang mengutamakan hasil alami.
"Melalui kolaborasi bersama WJP dan Hugo Plastic Surgery, kami menghadirkan teknologi serta pendekatan estetika yang mengedepankan inovasi dan hasil yang natural. Kolaborasi ini memberikan solusi kecantikan mulai dari perawatan kulit, anti-aging, body contouring hingga prosedur bedah estetika dalam satu ekosistem yang terpercaya," ujar Yuri Oktavia.
Menurut Yuri, WJP menghadirkan teknologi advanced aesthetic devices yang mampu memberikan hasil optimal dengan waktu pemulihan yang relatif singkat. Sementara itu, Hugo Plastic Surgery menawarkan prosedur bedah estetika yang mengedepankan presisi, keamanan, serta penanganan yang disesuaikan dengan kebutuhan setiap pasien.
VIP Skin Center saat ini menjadi pilihan sejumlah figur publik, di antaranya Shabrina Leanor, Audrey Vanessa, Boy William, Lucinta Luna, hingga Audrey Bianca yang tengah dipersiapkan menuju ajang Miss World. Berbagai teknologi seperti Emsculpt, Oligio, Cryo, Pro-RF, facial laser, HIFU, dan Meso menjadi bagian dari layanan yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien.
Salah satu yang merasakan manfaat program tersebut adalah penyanyi Shabrina Leanor. Ia mengaku mengalami perubahan signifikan setelah menjalani program body contouring. Menurutnya, perawatan tersebut tetap nyaman dijalani dan tidak mengganggu aktivitasnya sebagai penyanyi.
Di balik transformasi fisiknya, Shabrina juga membagikan perjalanan emosional yang mendorongnya menurunkan berat badan hingga 20 kilogram. Ia mengaku tekanan dari komentar warganet sempat memengaruhi kepercayaan dirinya.
"Sebenarnya kalau gendut itu gak apa-apa ya gitu karena aku pun basically suka. Cuma aku banyak banget omongan yang bilang seolah-olah gendut itu tidak memperbolehkan Shabrina untuk jadi penyanyi. Seolah-olah kalau penyanyi gendut itu tidak boleh, atau penyanyi kalau gendut itu gak laku, gak layak," kata Shabrina.
Komentar negatif tersebut semakin membekas ketika penampilannya kerap disamakan dengan perempuan yang jauh lebih tua, padahal usianya saat itu baru 24 tahun.
"Masa iya aku cuma 24 tahun lho saat itu gitu kayak masih muda hitungannya gitu, tapi karena aku dibilang gendut kayak ibu-ibu anak tiga, terus itu yang bikin aku oke, I'll do my best," tuturnya.
Shabrina mengungkapkan, tekanan yang terus datang selama berkarier di industri hiburan membuat kondisi mentalnya perlahan menurun. Akhirnya ia memutuskan menjalani operasi bariatrik yang dipadukan dengan perawatan rutin.
"Tapi ternyata aku tidak tahu ketika terjun jadi entertain gitu ya menghadapi banyak cemoohan, kritik dan segala macam, itu ternyata lambat laun membuat aku yang padahal tuh bisa dibilang bebel, bisa dibilang tuh keras hati, ternyata tuh bisa bisa mewek juga, bisa sedih juga, bisa down juga gitu," bebernya.
Kini, Shabrina memilih memaknai transformasi dirinya sebagai upaya untuk memperoleh ketenangan, bukan semata-mata memenuhi standar kecantikan orang lain.
"Versi terbaik itu menurut aku kalau kita tenang dan damai sih. Mau aku gendut dulu aku pikir itu adalah bentuk terbagus aku ternyata aku dicemooh. Terus aku sudah kurus pun ternyata banyak juga yang bilang 'tapi aku lebih suka Shabrina yang dulu ah', jadi serba salah kan? Gitu menurut aku versi terbaik adalah ketika kita bisa mensyukuri apa yang kita punya dan kita bisa hidup dengan damai dan tenang," pungkasnya.




