KOMPAS.com — Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 2 Kota Surabaya yang dibangun PT Waskita Karya (Persero) Tbk sudah mulai digunakan.
Ratusan siswa tingkat SD, SMP, dan SMA telah mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sejak Kamis (30/7/2026).
Kegiatan itu akan berlangsung hingga pekan pertama Agustus, kemudian dilanjutkan dengan MPLS tahap kedua pada 10-14 Agustus 2026 mendatang.
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa turut meninjau SRT 2 Kota Surabaya yang didampingi tim Waskita Karya.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan pelaksanaan program prioritas Presiden Prabowo Subianto berjalan dengan baik.
Peninjauan itu pun menegaskan komitmen negara dalam mendorong pembangunan sumber daya manusia (SDM) melalui dukungan pembiayaan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Baca juga: Menkeu Purbaya Pastikan APBN Dukung Penuh Program Sekolah Rakyat
Tidak hanya memperhatikan kondisi bangunan, Purbaya berinteraksi langsung dengan para siswa selama kunjungan.
Dia juga mengingatkan tujuan utama Sekolah Rakyat (SR), yakni memperluas akses pendidikan berkualitas bagi anak Indonesia.
"SR adalah salah satu modal untuk mendukung Indonesia Emas," katanya dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Senin (3/8/2026).
Purbaya berharap, kesempatan belajar yang diperoleh para siswa dapat menjadi bekal untuk meraih masa depan lebih baik serta meningkatkan mobilitas sosial.
DOK. Humas Waskita Karya Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa meninjau Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 2 Kota Surabaya yang dibangun PT Waskita Karya (Persero) Tbk.
Sebelumnya, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Muhammad Qodari juga berkunjung langsung ke SRT Surabaya.
Ia berkeliling melihat berbagai fasilitas yang tersedia, seperti ruang guru, asrama siswa, toilet, laboratorium, lapangan olahraga, serta masjid.
Baca juga: Bangun Sekolah Rakyat di Papua Senilai Rp 1,07 Triliun, Waskita Karya Perkuat Akses Pendidikan di Indonesia Timur
Qodari mengapresiasi bangunan SRT 2 Surabaya yang telah berdiri di atas lahan seluas 6,6 hektare (ha) itu. Menurutnya, sekolah ini tidak hanya memiliki fasilitas lengkap, tetapi juga berstandar tinggi,sehingga tidak kalah dengan sekolah swasta.
"Fasilitasnya luar biasa. Kalau kita melihat, biasanya sekolah-sekolah swasta yang sangat bagus dan sangat mahal memiliki fasilitas seperti ini, tetapi justru di sini ditujukan untuk kalangan yang kurang beruntung," kata Qodari.
Direktur Operasi II Waskita Karya Paulus Budi Kartiko mengatakan, mengerjakan proyek SRT bukan sekadar menyelesaikan tugas, melainkan bagian dari investasi membangun bangsa.