Menkomdigi Akan Ambil Langkah Serius Cegah Perekaman Perempuan dan Anak Tanpa Izin

kompas.com
3 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengatakan, pihaknya akan mengambil langkah serius guna mencegah praktik perekaman perempuan dan anak tanpa izin.

Hal tersebut disampaikan saat ditanya soal viralnya influencer atau pembuat konten (content creator), Emanuel Bryan atau dikenal sebagai Bryan Ebem yang merekam sejumlah usher di GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 tanpa izin.

"Di situ ada juga pelanggaran terhadap etika dan tentu dalam kerangka menjaga tidak hanya perempuan ya, tapi khususnya perempuan dan anak-anak dari kegiatan-kegiatan perekaman tanpa izin. Ini harus kita stop dan kita lakukan tindakan serius di bidang masing-masing," ujar Meutya di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta, Senin (3/8/2026).

Baca juga: Influencer Rekam Usher GIIAS Tanpa Izin, Menkomdigi: Langgar UU PDP!

Dalam kesempatan tersebut, Meutya belum menjelaskan secara detail langkah serius yang akan diambil oleh pihaknya.

Di sisi lain, Kementerian Komdigi sendiri telah mendengar kabar bahwa influencer yang bersangkutan telah dilaporkan ke kepolisian.

"Jadi sekali lagi penegakan hukumnya dari temen-temen kepolisian dan dari kami adalah untuk mengingatkan bahwa di situ ada pelanggaran terhadap PDP (pelindungan data pribadi)," ujar Meutya.

Baca juga: Menkomdigi Soroti Ancaman Radikalisasi Berbasis Algoritma dan AI

Langgar UU PDP

Ia menegaskan, merekam tanpa izin tersebut merupakan bentuk pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi (PDP).

"Perekaman tanpa izin terhadap seorang perempuan, ini kita juga mendapat banyak masukan. Dan pada prinsipnya adalah kita perlu sekali mengingatkan bahwa ini pelanggaran terhadap Undang-Undang PDP," ujar Meutya.

Meutya juga menegaskan, tindakan merekam usher tanpa izin yang bersangkutan juga merupakan bentuk pelanggaran etika.

Ia mengingatkan, menjadikan ruang publik sebagai alasan juga tidak dapat dibenarkan jika tidak mendapatkan izin dari subjek yang direkam.

"Ini kasusnya kurang lebih sama dengan ketidaknyamanan yang disampaikan teman-teman, misalnya yang sedang melakukan olahraga di jalan-jalan raya yang kemudian direkam tanpa izin," ujar Meutya.

Baca juga: Menkomdigi: Biometrik untuk Melindungi, Bukan Persulit Hidup Pengguna Seluler

Ia melanjutkan, Komdigi lewat Direktorat Jenderal Pengawasan Ruang Digital (Wasdig) juga akan melakukan langkah-langkah terukur dalam penyelesaian masalah tersebut.

"Tentu di Komdigi juga kami akan meneruskan kepada Wasdig untuk kemudian melakukan langkah-langkah terukur untuk menyelesaikan masalah ini," ujar politikus Partai Golkar itu.

Viral Influencer Merekam Tanpa Izin

Diketahui, dalam sehari terakhir nama influencer Bryan Ebem ramai dibahas setelah mengunggah konten sejumlah usher di GIIAS 2026.

Namanya viral setelah seorang usher membagikan pengalamannya dengan influencer tersebut di akun media sosial Thread.

Baca juga: Dukung Pembatasan Gawai di Sekolah, Menkomdigi: Sejalan dengan PP Tunas

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Dalam unggahannya, usher tersebut menceritakan bahwa Bryan Ebem telah melanggar privasinya karena merekamnya tanpa izin dan mengunggahnya di akun media sosialnya.

Saat usher tersebut meminta Bryan Ebem menghapus unggahannya atau takedown, Bryan Ebem justru meminta uang kepadanya dengan dalih biaya produksi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Industri Aesthetic Medicine Indonesia Tumbuh Pesat, Dokter Soroti Perubahan Pola Pikir Pasien
• 15 jam lalutvonenews.com
thumb
Panas Membara, Suhu di Wilayah Ini Tembus 50 Derajat Celcius
• 15 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
15 Agenda Besar Guncang Pasar Awal Agustus: Data Ekonomi RI, China-AS
• 10 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
John Herdman sebut laga RI Vs Vietnam ujian sangat berat
• 15 jam laluantaranews.com
thumb
Berlanjut Karier Eks Kapolres Malang hingga Sekretaris Hubinter via Mutasi
• 7 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.