Makassar: Perusahaan energi asal Kanada, yakni Portage Energy Group Inc., bakal membuat pengolahan sampah terpadu (waste-to-energy), di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Perusahaan asal Kanada tersebut mengucurkan dana hingga Rp1,3 triliun.
Wakil Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin, mengatakan pihaknya menyambut positif rencana investasi tersebut. Menurutnya, proyek ini sejalan dengan komitmen Pemerintah Kabupaten Gowa dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan, memperbaiki sistem pengelolaan sampah, sekaligus mendukung target pemerintah pusat dalam pengembangan energi baru terbarukan.
"Hari ini kami menindaklanjuti pembahasan bersama Portage Energy mengenai rencana pembangunan fasilitas pengolahan sampah modern yang dapat menghasilkan energi listrik. Kami juga telah berkoordinasi dengan pemerintah pusat agar proses investasi, termasuk perizinannya, dapat berjalan melalui mekanisme yang terintegrasi," katanya, di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Senin, 3 Agustus 2026.
Ia menjelaskan, pemerintah pusat memberikan dukungan terhadap rencana tersebut karena sejalan dengan kebijakan nasional percepatan pengelolaan sampah sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025, termasuk upaya mengakhiri praktik open dumping di tempat pembuangan akhir (TPA).
Wakil Bupati Gowa Darmawangsyah Muin bertemu Perusahaan energi asal Kanada, Portage Energi Group Inc, untuk membuat Gowa jadi Zero Waste. (Metrotvnews.com/Muhammad Syawaluddin)
Sebagai bentuk keseriusan, Pemerintah Kabupaten Gowa telah menyiapkan lahan seluas sekitar delapan hektare yang dinilai memenuhi syarat untuk pembangunan fasilitas tersebut.
"Kami sudah meninjau lokasi yang direncanakan. Kebutuhan lahannya sekitar delapan hektare dan secara teknis sudah memenuhi persyaratan. Selanjutnya tinggal dibahas lebih komprehensif bersama seluruh pihak terkait," katanya.
Menurut Darmawangsyah, pemerintah daerah juga siap memberikan dukungan terhadap pengembangan proyek tersebut, termasuk menjamin ketersediaan pasokan sampah sebagai bahan baku utama pembangkit listrik.
Berdasarkan data yang ada, saat ini volume sampah yang masuk ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) di Kabupaten Gowa mencapai sekitar 400 ton per hari. Dari jumlah tersebut, sekitar 250 ton per hari belum dialokasikan dalam kerja sama pengelolaan, sementara 150 ton per hari masih terikat dalam perjanjian yang menunggu implementasi atau penyesuaian.
"Pemerintah Kabupaten Gowa juga membuka peluang kerja sama dengan daerah sekitar melalui kawasan metropolitan Mamminasata agar kebutuhan pasokan hingga 1.000 ton sampah per hari dapat terpenuhi saat proyek beroperasi penuh," ujarnya.
Baca Juga :
Terbesar di Dunia, Proyek Waste to Energy Indonesia Jadi Rebutan Investor"Kami melihat peluang besar untuk mencapai dua tujuan sekaligus, yaitu memanfaatkan sampah secara optimal dan mengubahnya menjadi energi listrik yang bermanfaat," katanya.
Ia menambahkan, proyek tersebut tidak hanya berorientasi pada penyediaan energi bersih, tetapi juga diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja baru serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
"Kami ingin memulai dengan pendekatan yang melibatkan masyarakat sehingga manfaat proyek ini dapat dirasakan langsung oleh warga Gowa maupun daerah sekitarnya. Sampah tidak lagi menjadi beban, tetapi dapat diubah menjadi sumber nilai ekonomi," ujarnya.
Apabila terealisasi, proyek ini diproyeksikan menjadi salah satu fasilitas pengolahan sampah modern terbesar di Sulawesi Selatan, sekaligus mendukung target pemerintah dalam meningkatkan pemanfaatan energi baru terbarukan, mengurangi emisi karbon, dan menciptakan sistem pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan.




