Perdana Menteri (PM) Thailand Anutin Charnvirakul mengungkapkan pemerintah Thailand telah memfasilitasi pemulangan lebih dari 1.000 warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban jaringan penipuan daring (online scam) di wilayah perbatasan Thailand sejak tahun lalu.
Hal itu disampaikan Anutin dalam pertemuan bilateral bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (3/8).
Anutin mengatakan Thailand berkomitmen membantu pemulangan WNI yang terjebak di pusat-pusat penipuan daring.
"Sejak tahun lalu, Thailand telah memfasilitasi pemulangan lebih dari 1.000 warga Indonesia dari pusat penipuan di seluruh perbatasan Thailand ke tanah air tercinta mereka," kata Anutin.
Ia mengusulkan agar kedua negara mempererat kerja sama dalam penegakan hukum, pertukaran intelijen, dan peningkatan kapasitas untuk menangani kejahatan tersebut.
"Saya mengusulkan agar kita memperdalam kerja sama dalam penegakan hukum, intelijen, dan peningkatan kapasitas dalam hal ini," ujarnya.
Selain itu, Anutin menilai Indonesia dan Thailand perlu mendorong penguatan kerja sama di tingkat ASEAN guna menghadapi maraknya penipuan daring lintas negara.
"Thailand dan Indonesia harus mendorong kerja sama regional yang lebih kuat di ASEAN untuk mengatasi penipuan online," tuturnya.
Tak hanya itu, Anutin menyatakan Thailand juga siap meningkatkan kolaborasi dengan Indonesia dalam memerangi perdagangan satwa liar lintas negara.
"Thailand juga siap meningkatkan kerja sama dalam memerangi perdagangan satwa liar transnasional," pungkasnya.





