JAKARTA, KOMPAS.com - Petani di wilayah Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara, optimistis dapat memanen padi pada akhir Agustus 2026 setelah sempat gagal panen pada awal tahun.
Salah seorang petani di Rorotan, Somad (56), mengatakan kondisi tanaman padi saat ini tumbuh dengan baik meski memasuki musim kemarau.
"Soalnya di sini (ketersedian air untuk mengairi sawah) bisa dari Kali Gendong atau Kali BKT (Banjir Kanal Timur), itu kan ada saluran atau irigasinya gitu," kata dia saat ditemui di lahan persawahan Rorotan, Senin (3/8/2026).
Baca juga: Tanggung Jawabnya Luar Biasa, Istri Kenang Sosok Petugas Damkar Jaktim yang Gugur
Somad menjelaskan, kegagalan panen pada Januari 2026 disebabkan oleh banjir yang merendam sawah serta serangan hama burung.
"Habis (tanaman padi) kemarin sama kendala banjir, sama hama burung," ujarnya.
Untuk mengantisipasi serangan hama pada musim tanam kali ini, para petani memasang jaring di sejumlah area persawahan agar burung tidak merusak tanaman padi.
Somad berharap panen kali ini memberikan hasil yang lebih baik. Ia memperkirakan produktivitas panen dapat mencapai sekitar 5 ton gabah per hektare apabila kondisi tanaman tetap baik hingga masa panen.
"Untuk tahun ini menghasilkan kayaknya. Alhamdulillah, ya," ucapnya.
Optimisme serupa juga disampaikan Siti (60), petani lainnya di wilayah tersebut. Ia memperkirakan panen akan berlangsung sekitar 20 hari lagi.
Baca juga: Nyaris Setahun Bekerja Tanpa Gaji, Siti Pertaruhkan Nyawa untuk Pulang dari Malaysia
Ia menilai musim kemarau justru menguntungkan karena lahan tidak lagi tergenang banjir seperti yang terjadi pada awal tahun. Saat ini, para petani hanya perlu menjaga tanaman dari serangan burung hingga masa panen tiba.
"Bagus dah kalau musim panas jadi kering. Kalau banjir, nguyur di sini. Kemarin kagak (panen) nih, padi cakep dimakan burung, habis," ujar dia kepada Kompas.com, Senin.
Siti mengaku gagal panen pada Januari lalu membuatnya mengalami kerugian besar hingga kesulitan membayar utang.
Karena itu, ia berharap panen kali ini dapat membantu memperbaiki kondisi ekonomi keluarganya.
"Ah, bukan sedih lagi (kemarin gagal panen), kagak kuat bayar utang. Ini ntar panen bakal bayar utang kita nih," tutur Siti.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




